Blitar Jatim. FigurNews.com
Satlantas Polres Blitar Kota memilih pendekatan yang tak biasa dalam menyosialisasikan Operasi Keselamatan Semeru 2026. Alih-alih hanya mengandalkan razia dan penindakan di jalan raya, polisi justru menggandeng pendakwah muda yang tengah naik daun, Gus Iqdam, untuk menyampaikan pesan tertib berlalu lintas kepada santri dan jemaah Majelis Taklim Sabilu Taubah.
Langkah ini menjadi bentuk inovasi sekaligus pendekatan humanis kepolisian dengan memadukan dakwah keagamaan dan edukasi keselamatan berlalu lintas. Pesan-pesan keselamatan tidak disampaikan melalui pengeras suara di jalan, melainkan langsung di tengah kegiatan keagamaan yang akrab dengan kehidupan masyarakat.
Kolaborasi tersebut dinilai efektif, mengingat mayoritas jemaah Majelis Taklim Sabilu Taubah merupakan kalangan anak muda. Mereka dikenal memiliki antusiasme tinggi mengikuti pengajian Gus Iqdam, baik secara langsung maupun melalui berbagai platform media sosial.
Kasat Lantas Polres Blitar Kota, AKP Agus Prayitno, mengatakan bahwa sosialisasi melalui tokoh agama merupakan strategi membangun kesadaran berlalu lintas dari hati ke hati. Menurutnya, pesan keselamatan akan lebih mudah diterima jika disampaikan oleh figur yang dekat dan dipercaya masyarakat.
“Kami mengedukasi masyarakat mengenai Operasi Keselamatan Semeru 2026 bersama Satlantas Polres Blitar Kota. Kami menggandeng Gus Iqdam untuk turut serta mengajak santri dan jamaahnya agar selalu tertib berlalu lintas,” ujar AKP Agus Prayitno kepada Media, Selasa (3/2/2026). Malam.
Dalam kegiatan tersebut, para santri dan jemaah diajak memahami bahwa mematuhi aturan lalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, tetapi juga bagian dari ikhtiar menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain. Keselamatan di jalan raya, kata AKP Agus, merupakan tanggung jawab bersama.
Edukasi yang disampaikan meliputi kewajiban menggunakan helm saat berkendara, melengkapi surat-surat kendaraan seperti SIM dan STNK, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Hal-hal sederhana tersebut dinilai mampu mencegah terjadinya kecelakaan fatal di jalan raya.
“Tentu agar para santri dan jemaah majelis taklim ini selalu tertib lalu lintas. Seperti menggunakan helm, melengkapi SIM, dan mematuhi rambu lalu lintas agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya.
AKP Agus juga menilai Gus Iqdam sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar, khususnya di kalangan generasi muda. Jamaahnya tidak hanya berasal dari Blitar Raya, namun juga dari berbagai daerah di Indonesia. Dengan demikian, pesan keselamatan berlalu lintas diharapkan dapat tersebar lebih luas.
Menurutnya, keterlibatan tokoh agama dalam kampanye keselamatan lalu lintas menjadi langkah strategis untuk menanamkan kesadaran sejak dini. Terlebih, pendekatan persuasif dinilai lebih efektif dibandingkan penindakan semata.
“Harapan kami, masyarakat semakin sadar bahwa tertib berlalu lintas adalah kebutuhan bersama, bukan karena takut ditilang, tetapi karena sadar akan keselamatan,” tegas AKP Agus.
Melalui Operasi Keselamatan Semeru 2026, Satlantas Polres Blitar Kota berharap angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dapat ditekan secara signifikan. Kolaborasi dengan tokoh agama seperti Gus Iqdam menjadi bukti bahwa keselamatan berlalu lintas dapat disuarakan melalui berbagai cara, termasuk melalui mimbar dakwah.
Pewarta. Andy. S.














