Sumenep. FigurNews.com Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan efisiensi energi terus digaungkan oleh PT BPRS Bhakti Sumekar Perseroda. Kali ini, melalui kampanye “Bike to Work”, perusahaan milik daerah tersebut mengajak seluruh pegawai hingga masyarakat luas untuk beralih menggunakan sepeda saat berangkat kerja.
Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Pemerintah Kabupaten Sumenep yang tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sumenep Nomor 17 Tahun 2026 tentang penghematan bahan bakar minyak (BBM) di lingkungan pemerintah daerah. Kebijakan tersebut menetapkan setiap hari Jumat sebagai Hari Penggunaan Transportasi Non-BBM, yang mulai diberlakukan sejak 3 April 2026.
Dalam implementasinya, para pegawai didorong untuk meninggalkan kendaraan berbahan bakar minyak dan beralih ke moda transportasi ramah lingkungan, seperti berjalan kaki, bersepeda, maupun alternatif lainnya yang tidak menggunakan BBM.
Direktur Utama PT BPRS Bhakti Sumekar Perseroda, Hairil Fajar, menegaskan bahwa pihaknya mendukung penuh kebijakan tersebut sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
“Kami menyambut baik dan mendukung penuh kebijakan pemerintah daerah terkait penghematan BBM. Melalui gerakan Bike to Work ini, kami mengajak seluruh pegawai untuk bersepeda ke kantor setiap hari Jumat sebagai langkah konkret dalam mengurangi konsumsi energi,” ujarnya.
Menurut Hairil, gerakan ini tidak hanya berdampak pada efisiensi penggunaan bahan bakar, tetapi juga membawa manfaat besar bagi kesehatan para pegawai. Aktivitas bersepeda dinilai mampu meningkatkan kebugaran fisik sekaligus membangun pola hidup yang lebih sehat di lingkungan kerja.
“Bersepeda adalah solusi sederhana namun berdampak besar. Selain mengurangi penggunaan BBM, juga membantu menjaga kesehatan tubuh. Kami berharap kebiasaan ini bisa tumbuh menjadi budaya positif yang berkelanjutan,” tambahnya.
Lebih jauh, ia berharap langkah yang diinisiasi oleh PT BPRS Bhakti Sumekar Perseroda dapat menjadi inspirasi bagi berbagai instansi lain di Kabupaten Sumenep. Dengan demikian, semangat penghematan energi tidak hanya menjadi kebijakan formal, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Kami ingin gerakan ini menjadi contoh. Jika semakin banyak instansi dan masyarakat yang terlibat, maka dampaknya akan jauh lebih besar bagi lingkungan dan keberlanjutan energi di daerah,” katanya.
Sebagai lembaga keuangan syariah milik daerah, PT BPRS Bhakti Sumekar Perseroda terus berupaya menghadirkan berbagai program yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.
Selain aktif dalam sektor keuangan, perusahaan ini juga menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu lingkungan dan sosial, sejalan dengan visi untuk menjadi lembaga yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.
Diketahui, BPRS Bhakti Sumekar beroperasi di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan serta menjadi peserta penjaminan simpanan dari Lembaga Penjamin Simpanan, sehingga memberikan rasa aman dan kepercayaan bagi para nasabahnya.
Dengan adanya gerakan Bike to Work ini, diharapkan kesadaran akan pentingnya penghematan energi dan gaya hidup ramah lingkungan semakin meningkat, tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga di tengah masyarakat luas.
Pewarta. Amiin








