oleh

Produk Karya Warga Binaan Lapas Blitar Laris Manis di CFD

Blitar Jatim. FigurNews.com
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blitar menunjukkan wajah pembinaan yang humanis dan produktif dengan ikut ambil bagian dalam kegiatan Car Free Day (CFD) Kota Blitar, Minggu (1/2). Pada kesempatan tersebut, Lapas Blitar memasarkan secara langsung berbagai produk unggulan hasil karya Warga Binaan kepada masyarakat umum.

Sejak pagi hari, stan Lapas Blitar tampak ramai dikunjungi warga yang tengah menikmati suasana CFD.
Beragam produk hasil pembinaan dipajang dan ditawarkan, mulai dari hasil pertanian seperti sayuran segar hingga aneka kerajinan tangan. Produk-produk tersebut tak hanya menarik perhatian, tetapi juga laku terjual dan mendapat apresiasi positif dari para pengunjung.

Antusiasme masyarakat menjadi bukti nyata bahwa produk hasil karya Warga Binaan memiliki kualitas yang baik serta mampu bersaing di pasaran. Banyak pengunjung yang mengaku terkejut setelah mengetahui bahwa produk yang mereka beli merupakan hasil karya Warga Binaan Lapas Blitar.

Keikutsertaan Lapas Blitar dalam CFD ini merupakan bagian dari implementasi salah satu poin dalam 15 Program Aksi, yakni pemasaran produk hasil karya Warga Binaan melalui koperasi serta jejaring usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program ini bertujuan membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada Warga Binaan terkait dunia usaha.

Kepala Lapas Kelas IIB Blitar, Romi Novitrion, didampingi Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, Bagus Ramadian, hadir langsung di lokasi kegiatan. Keduanya terlihat aktif berinteraksi dengan masyarakat, menjelaskan proses pembinaan, sekaligus memperkenalkan produk yang dihasilkan Warga Binaan.

Kehadiran pimpinan Lapas Blitar di tengah masyarakat tersebut menjadi bentuk komitmen jajaran Lapas dalam memastikan program pembinaan berjalan optimal dan berorientasi pada hasil nyata. Tidak hanya fokus pada pembinaan di dalam Lapas, tetapi juga memastikan hasilnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Romi Novitrion menyampaikan bahwa pemasaran produk Warga Binaan di ruang publik memiliki nilai strategis. Selain sebagai sarana promosi, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dari proses reintegrasi sosial Warga Binaan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa Warga Binaan mampu berkarya, produktif, dan menghasilkan produk berkualitas. Ini adalah bagian dari proses pembinaan agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan dan kepercayaan diri,” ujar Romi.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan mengikis stigma negatif terhadap Warga Binaan. Dengan melihat langsung hasil karya yang diproduksi, masyarakat diharapkan dapat memberikan dukungan dan kesempatan yang lebih luas kepada Warga Binaan setelah mereka kembali ke lingkungan sosial.

Sementara itu, Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik, Bagus Ramadian, menjelaskan bahwa seluruh produk yang dipasarkan merupakan hasil dari program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan secara berkelanjutan di dalam Lapas. Program tersebut mencakup pelatihan keterampilan, pendampingan, hingga pembentukan etos kerja.

“Kami tidak hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membangun mental, disiplin, dan tanggung jawab Warga Binaan. Harapannya, mereka memiliki bekal yang cukup untuk mandiri setelah selesai menjalani masa pidana,” jelasnya.

Salah satu pengunjung CFD, Aulia (19), mengaku terkesan setelah melihat dan membeli produk yang ditawarkan. Menurutnya, kualitas produk yang dipajang sangat baik dan memiliki harga yang terjangkau.

“Produknya bagus dan harganya ramah di kantong. Jujur saya tidak menyangka ini hasil karya Warga Binaan. Kegiatan ini membuka wawasan saya bahwa di dalam Lapas ternyata banyak kegiatan yang produktif dan sangat positif,” ujarnya.

Melalui kegiatan pemasaran di CFD ini, Lapas Blitar berharap sinergi antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik. Dukungan publik terhadap produk Warga Binaan dinilai penting untuk mendorong keberlanjutan program pembinaan.

Ke depan, Lapas Blitar berkomitmen untuk terus menghadirkan hasil pembinaan ke ruang-ruang publik, sebagai upaya mewujudkan Warga Binaan yang mandiri, berdaya saing, dan siap kembali menjadi bagian dari masyarakat secara utuh.

Pewarta. Andy. S.