Blitar Jatim. FigurNews.com.
Dunia olahraga di Kota Blitar memasuki babak baru. Domino yang selama ini identik sebagai permainan santai, kini resmi diarahkan menjadi cabang olahraga prestasi. Momentum itu ditandai melalui Deklarasi Nasional yang digelar Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO), sekaligus penetapan Mohomad Hardita Magdi S.H sebagai Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) ORADO Kota Blitar periode 2026–2030.
Penetapan tersebut berlangsung di Hotel Mulia Senayan, Jakarta, Senin (12/1/2026). Deklarasi ini menegaskan bahwa ORADO hadir sebagai organisasi resmi yang menaungi dan mengembangkan olahraga domino secara profesional, terstruktur, dan berkelanjutan di Indonesia.
Bagi Mohomad Hardita Magdi S.H, yang akrab disapa Mas Dito, domino bukan sekadar hiburan pengisi waktu luang. Ia melihat domino sebagai olahraga berbasis strategi dan kecerdasan yang lahir dari budaya rakyat, namun memiliki potensi besar untuk naik kelas ke panggung prestasi nasional.
“Selama ini domino terlalu lama terjebak stigma. Padahal di dalamnya ada strategi, kecerdasan, dan sportivitas. Ini bukan permainan pinggiran,” tegas Mas Dito. Menurutnya, kesalahan terbesar selama ini adalah membiarkan domino berkembang tanpa sistem pembinaan yang jelas dan terarah.
Karena itu, ORADO hadir bukan hanya sebatas organisasi formalitas. Pengcab ORADO Kota Blitar berkomitmen membangun fondasi tata kelola yang profesional, mulai dari regulasi pertandingan, pembinaan atlet usia dini, hingga kompetisi berjenjang yang berkelanjutan. “Kami ingin domino dihormati sebagai olahraga. Itu hanya bisa terwujud dengan sistem yang kuat,” ujarnya.
Mas Dito juga menyebut Kota Blitar sebagai lumbung bakat atlet domino. Dari warung kopi, pos ronda, hingga sudut-sudut kampung, kemampuan bermain domino tumbuh secara alami. Namun selama ini potensi tersebut belum tersentuh pembinaan serius. ORADO hadir untuk mengubah pola tersebut.
“Bakat itu sudah ada. Tugas kami adalah menarik mereka dari meja kampung ke arena prestasi. Dari hobi menjadi atlet,” katanya. Ia pun menegaskan bahwa domino yang diperjuangkan ORADO adalah olahraga murni, bukan praktik perjudian. “Domino itu adu strategi, bukan adu keberuntungan. Ada etika dan sportivitas yang kami jaga,” tambahnya.
Sebagai langkah nyata, dalam waktu dekat Pengcab ORADO Kota Blitar akan menggelar Kejuaraan Cabang (Kejurcap) secara gratis pada tanggal 29 mendatang. Ajang ini menjadi pintu awal penjaringan atlet yang akan diseleksi menuju Kejuaraan Provinsi (Pengprov), sebelum akhirnya dipersiapkan tampil di Kejuaraan Nasional (Jurnas) pada 11–12 April 2026.
Kejurcap ini terbuka untuk seluruh pecinta domino di Kota Blitar, baik kategori usia di bawah 18 tahun maupun 18 tahun ke atas. ORADO mengajak generasi muda hingga pemain senior untuk berbondong-bondong mendaftarkan diri dan menjadi bagian dari sejarah baru olahraga domino di Blitar.
“Ini memang kerja panjang. Tapi saya yakin, suatu hari nanti domino akan berdiri sebagai olahraga prestasi yang bermartabat dan membanggakan,” pungkas Mas Dito optimistis.
Pewarta. Andy














