Palembang,Figurnews.com,–
Hingga tanggal 8 Januari 2024 Feeder LRT Musi Emas khususnya Koridor 1 rute Talang Kelapa – Talang Buruk dan koridor 2 rute Asrama Haji – Sematang Borang belum juga beroperasi.
Pengamat Transportasi dari Akademi Universitas Sriwijaya (Unsri) Prof Erika Buchori merasa geram terhadap pemerintah kota Palembang yang belum juga mengambil langkah tegas sedangkan masyarakat sangat membutuhkan Feeder LRT Musi Emas.
“Kalau ingin melayani masyarakat kita berdarah -darah menghadapi tantangan, Kapanpun Pak Menhub minta kita siap. Sekarang apakah kita sudah siap itu, karena sampai saat ini belum ada komitmen apakah menggunakan kontrak seperti sebelumnya nanti baru ada perubahan adendum tapi bisa molor dan bisa ribut lagi,”katanya saat menyampaikan pendapatnya saat Rapat bersama di Kantor BPTD kelas ll wilayah Sumsel, Senin (08/01/2024).
Sedangkan di Daerah lain, kata Prof Erika contohnya di Solo, tidak ada permasalahan dan Pelayanan nya di lakukan oleh PT yang sama Transportasi Global Mandiri (TGM), sedangkan di Palembang berhenti beroperasi sampai 1 Minggu lebih.
BACA JUGA : Tegaskan Pelayanan Masyarakat Hal Utama, Ditjen Hubdat Minta Feeder Besok Kembali Beroperasi
“Kenapa di Solo aman-aman saja dan kita Palembang justru kisruh apakah pelayanan disini Brengsek padahal pelayanannya dilakukan oleh PT TGM juga. Bingung jadi mekanismenya seperti apa,”ungkapnya
Menurutnya, Ketika komitmen melayani masyarakat maka lakukan. Karena ini sifatnya membeli Layanan maka tidak bisa dilakukan pemotongan berbeda halnya dengan subsidi ke Perusahaan.
“Ketika kita sudah kontrak Buy the Service (BTS) maka kita beli kenapa harus di potong-potong apapun resikonya di tanggung oleh operator. Itulah Perbedaan BTS dengan Subsidi, kalau BTS Subsidi Pemerintah ke Rakyat, Pemerintah mengsubsidi rakyat bukan subsidi ke Perusahaan,”ujarnya
BACA JUGA : Telan Subsidi Miliaran Rupiah, Kemenhub Berikan Lampu Kuning Untuk Bus Tranmusi Palembang
Rasanya, kata Prof Erika, kota Palembang tidak sedih melihat masyarakatnya menunggu kehadiran Feeder, padahal sudah di Bantu oleh Kemenhub sebagai warga Palembang Prof Erika mengaku Malu.
“Saya selaku warga Palembang malu karena sudah memperlakukan investor seperti ini, orang kaya di Palembang banyak tapi belum tentu ada yang mau investasi tiba-tiba satu tahun akan di tutup artinya kita itu tidak tahu terimakasih,”ujarnya
Ia mengaku sedih terkait berhentinya beroperasi Feeder LRT Musi Emas, kalaupun ada yang bersedia untuk mengambil alih maka biarkan saja.
“Saya sedih kalau kota Palembang ini tidak dilayani lagi oleh Feeder ini, andaikata tidak terjadi kesepakatan biarkan perusahaan manapun mengambil rute tersebut dengan membayar atau tidak membayar,”ulasnya








