Palembang,Figurnews.com,-
Hingga akhir tahun 2023 load Faktor Bus Tranmusi yang di kelola oleh PT TMPJ masih rendah. Bus Tranmusi yang di subsidi oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menelan subsidi miliaran rupiah.
Namun, Kemenhub memberikan lampu kuning ke PT Takan menghentikan subsidi jika sampai dengan akhir 2024 load Faktor masih rendah.
“Silahkan Pak Anton untuk mencari demand kalau sampai dengan akhir tahun 2024 load Faktor masih rendah Subsidi dari kita terkuras habis,”katanya saat rapat bersama terkait Transportasi Publik, Senin (08/01/2024).
Disampaikannya agar PT TMPJ segera melakukan reruting untuk memperbaiki load Faktor, Kemenhub akan mendukung penuh terkait apa yang diperlukan untuk melayani masyarakat kota Palembang.
BACA JUGA : Bus Tranmusi Besok Beroperasi Kembali, Berikut Penjelasan Direktur PT TMPJ
“Saya kira saat ini sudah kita ketahui bersama bahwa load Faktor BRT rendah silahkan untuk melakukan reruting kembali. Rute mana yang kira-kira memungkinkan ada potensi demand seperti apa silahkan dilakukan usulkan kepada kami, kami akan melaksanakan perubahan rute yang seharusnya,”ucapnya
Sementara Direktur PT TMPJ Antoni Rais mengatakan bahwa untuk mengefisiensi subsidi pihaknya telah mem PHK sejumlah Karyawan dan juga mengurangi unit Kendaraan.
“Terkait load Faktor Rendah maka kita atasi dengan pengurangan Karyawan dan saat ini kita melakukan persiapan reruting kembali,”ucapnya
Karena, jelas Anton, Sebelumnya Bus Tranmusi berjalan baik load Faktor tinggi di karenakan sejak adanya LRT jadi ada perubahan rute Sukarno Hatta.
BACA JUGA : Tegaskan Pelayanan Masyarakat Hal Utama, Ditjen Hubdat Minta Feeder Besok Kembali Beroperasi
“Sebenarnya tempat strategis sebelum ada LRT misalnya dari Alang-alang Lebar (ALL) – Ampera tapi sekarang tidak memungkinkan karena ada LRT jadi kita melintas rute baru, sedangkan rute baru load Faktor nya Rendah,”ucapnya
Saat ini, Kata Anton, Kendaraan Bus Tranmusi yang Siap Operasi (SO) sebanyak 49 Unit dan lima untuk cadangan sedangkan sebelumnya 66 unit SO dan 5 cadangan.
“Beberapa tempat sudah pernah kita lakukan reruting seperti Kertapati tapi sepertinya tidak memungkinkan, Mungkin Pusri kita coba reruting,”tandasnya








