oleh

Dua Koridor Angkutan Feeder LRT Musi Emas Terancam Gagal Layani Masyarakat Palembang Per 1 Januari 2024

Palembang,Figurnews.com,-

Angkutan umum modern Feeder LRT Musi Emas yang melayani masyarakat kota Palembang sejak tahun 2022 lalu kini dua Koridor yang dibiayai oleh pemerintah kota Palembang terancam gagal melayani masyarakat kota Palembang per 1 Januari 2024 besok hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.Dua Koridor yang terancam tidak bisa melayani masyarakat kota Palembang koridor 1 rute Talang Kelapa – Talang Buruk dan koridor 2 rute Asrama Haji – Sematang Borang.

Sedangkan lima Koridor lainnya seperti Koridor 3 (Asrama Haji – Talang Betutu), Koridor 4 (Stasiun Polrestabes – Perumahan OPI), Koridor 5 (Stasiun DJKA – Tegal Binangun), Koridor 6 (Stasiun RSUD-Sukawinatan), dan Koridor 7 (Bukit – Stadion Kamboja via Stasiun Sriwijaya) Akan melayani masyarakat kota Palembang seperti biasa dan lima Koridor ini di biayai oleh Pemerintah Pusat Kementrian perhubungan (Kemenhub) melalui Balai Kreta Api Ringan Sumatera Selatan (BKRSS)

Terancamnya dua Koridor ini di sebabkan hingga pertanggal 31 Desember 2023 Pemerintah Kota Palembang belum melakukan pengajuan perpanjangan Kontrak dengan PT Transportasi Global Mandiri (TGM) selaku operator Feeder LRT Musi Emas.

Direktur Utama PT Transportasi Global Mandiri (TGM) Suhanto mengatakan bahwa pihaknya tidak ada permasalahan apapun hanya saja memang belum ada Perpanjangan Kontrak dengan Pemerintah Kota Palembang.

BACA JUGA : Pembayaran Feeder LRT Tertunda, Sopir Keluhkan Anaknya Sakit Tak Bisa Berobat

“Besok mulai tanggal 1 Januari kita selaku operator tidak bisa melayani masyarakat kota Palembang karena tidak mungkin berjalan tanpa Kontrak sampai dengan siang ini pihak pemerintah kota Palembang dengan kita belum melakukan penandatanganan perpanjangan kontrak,”kata Suhanto, Minggu (31/12/2023).

Ia mengaku Keterlambatan perpanjangan kontrak ini berdampak ke masyarakat pengguna Feeder yang setiap harinya melayani hingga 4 ribu orang apalagi Besok Tahun Baru.

“Kami selaku operator ini menghawatirkan masyarakat yang terbengkalai menunggu Feeder,”ujarnya

Selain itu, kata Suhanto,Karyawan dan juga Sopir bakal terancam jadi pengangguran di tahun 2024. Kalaupun ada pihak lain selain PT TGM harusnya dilakukan dari jauh hari agar masyarakat kota Palembang tidak terbengkalai.

BACA JUGA : Pemkab Belitung Kepincut Fedeer LRT Musi Emas Palembang

“Jumlah unit di Di koridor tersebut sebanyak 26 kendaraan dan 3 untuk cadangan jadi totalnya 29 unit kendaraan, sedangkan untuk Karyawan sebanyak 81 orang yang terdiri sopir dan staf,”jelasnya

Bahkan sebelumnya, Kata Suhanto, Ia sempat di janjikan dalam kontrak akan diperpanjang hingga lima tahun ke depan. Namun sayangnya, baru jalan dua tahun kontrak sudah tidak ada perpanjangan.

“Sebenarnya diawal kita di janjikan lima tahun jadi ada perpanjangan kontrak,tapi kalau kalau perpanjangan kontrak saya di rugikan saya juga tidak mau,”tegasnya

Sementara pemerintah kota Palembang melalui Kepala Dinas Perhubungan Aprizal Hasyim mengatakan bahwa pihaknya sampai dengan saat ini masih bekerja terkait penyelesaian administrasi.

“Kita masih mengurus administrasinya sampai hari ini,”jelasnya

Karena Kata Kadishub, Pihaknya selaku Pemerintah Kota Palembang harus ada kesepakatan sesuai dengan peraturan daerah (Perda) yang dikeluarkan oleh Walikota Palembang.

“Kita tidak ingin terjadi konflik di kemudian hari jadi harus nyamain persepsi terlebih dahulu antara pemerintah kota Palembang dengan Investor,”ungkap Kadishub

BACA JUGA : Kabar Gembira bagi Warga Palembang, 2024 Feeder LRT Musi Emas Terus Beroperasi

Sebab, Jelas Dia, Selaku Pemerintah Kota Palembang yang menggunakan uang masyarakat tidak bisa sembarangan tapi ada prosedur dan peraturan yang harus di taati.

“Inikan uang masyarakat jadi ada peraturan yang harus kita taati, maka dari itu kami lagi mempersiapkan administrasinya mungkin ada PT lain yang mau menjalankan kontrak sesuai Perwali kita,”ulasnya

Jadi, lanjut dia, Pemerintah Kota Palembang melakukan tender ulang dan berhenti beroperasi Feeder LRT Musi Emas itu tidak akan lama. “Kita tender ulang siapa yang mau berinvestasi sesuai dengan peraturan walikota Palembang dan Feeder ini berhenti beroperasi tidak akan lama paling 1 Minggu,”pungkasnya