Palembang,Figurnews.com,-
Kabar gembira bagi warga kota Palembang layanan publik transportasi Feeder LRT Musi Emas akan terus beroperasi hingga 2024, walaupun beberapa waktu lalu sempat berhenti beroperasi sementara.
“Hari ini sudah kita sepakati bersama bahwa kedepannya Feeder LRT Musi Emas ini tidak akan ada penyetopan beroperasi lagi akan terus dilaksanakan beroperasional seperti biasa,”kata Asisten ll bidang ekonomi dan pembangunan, Ahmad Zulinto saat diwawancarai usai Rapat pertemuan Antara Pemerintah Kota Palembang dengan PT TGM.
Kemudian, Lanjut Zulinto, terkait nunggaknya pembayaran kemarin dalam minggu ini terselesaikan dan untuk pembayaran pada bulan berikutnya akan dilakukan evaluasi terkait beberapa peraturan.
BACA JUGA : Hasil Sensus Pertanian Tahun 2023 Perkebunan Karet jadi Favorit di Sumatera Selatan
“Kalau soal pembayaran pada bulan Oktober hari Senin nanti akan kita bayarkan,dan untuk selanjutnya akan dilakukan pernyataan bersama,”katanya

Ia mengakui bahwa nunggaknya pembayaran pada bulan Oktober kemarin dikarenakan Maslah administrasi saja. Maka dari itu kedepannya, perlu disepakati bersama akar kejadian seperti kemarin tidak terulang lagi.
“Ini sudah clear, tidak ada lagi permasalahan, kemarin hanya mis komunikasi jadi perlu duduk bersama untuk menetapkan kontrak.kita harapkan tahun 2024 mendatang permasalahan seperti tidak akan terjadi lagi karena Feeder -Feeder ini sangat membantu masyarakat kota Palembang,”harapnya
Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Aprizal Hasyim mengatakan bahwa pada tahun 2024 Feeder LRT Musi Emas akan terus beroperasi karena memang sudah ada didalam pagu Anggaran 2024.
BACA JUGA : Hindari Sengketa Tanah di Palembang, Pemkot, Polrestabes dan BPN Sepakat Gunakan ODM
“2024 sudah dianggarkan di APBD sesuai kontrak dan setiap pengeluaran harus di bayarkan dan melalui proses reviu BPKP,”kata Kadishub

Mogoknya Feeder LRT Musi Emas ini, karena memang ada temuan oleh BPKP jadi pemerintah kota Palembang bersama PT TGM sudah sepakat akan dibayarkan bulan November pada hari Senin nanti.
“Kemaren ada reviu BPKP dan memang sudah keluar jadi kita sudah sepakat dengan PT TGM pembayaran bulan Oktober akan dilakukan pembayaran hari senin nanti,”jelasnya
Menurutnya, hasil temuan BPKP kelebihan pembayaran dengan besaran 173 juta dan itulah yang menjadi penghambat pembayaran.
BACA JUGA : Pemkab Belitung Kepincut Fedeer LRT Musi Emas Palembang
“Hasil reviu BPKP ada temuan sebesar 173 juta itu yang menghambat proses pembayaran karena pemberian subsidi ini kita sangat berhati-hati untuk penggunaannya,”ujar Kadishub

Sedangkan, Pemerintah Kota Palembang berpatokan pada peraturan Walikota bahwa jika ada temuan maka akan dilakukan pemotongan pada pembayaran.
“Berdasarkan Perwali seyogyanya akan dilakukan pemotongan pada pembayaran berikutnya tapi kita sudah sepakat akan di lakukan pembayaran terlebih dahulu,”jelasnya
BACA JUGA : Bus Tranmusi Besok Beroperasi Kembali, Berikut Penjelasan Direktur PT TMPJ
Temuan tersebut terus terjadi setiap reviu BPKP dikarenakan penggunaan BBM, BBM akan berubah. Misalnya kendaraan baru dengan kendaraan lama maka penggunaan BBMnya akan berbeda, Kendaraan yang bermuatan dengan yang tidak bermuatan juga akan ada perbedaan.
“Iya temuan itu pergerakan rasio BBM penggunaan kendaraan,”pungkasnya
Diketahui kendaraan Feeder LRT Musi Emas yang disubsidi oleh pemerintah kota Palembang melayani koridor 1 dan koridor 2 yakni Asrama haji -Sematang Borang dan Talang Buruk -Talang Kelapa. Jumlah Feeder LRT Musi Emas di dua koridor tersebut sebanyak 29 unit yang beroperasi sebanyak 26 unit sedangkan 3 untuk cadangan.








