Padang Pariaman, Figurnews– Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Padang Pariaman terus berupaya maksimal dalam menghadapi berbagai tantangan yang memengaruhi ketahanan pangan, khususnya di sektor peternakan. Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Devianti, menyampaikan bahwa efisiensi anggaran yang diterapkan berdampak signifikan pada program peternakan, termasuk tertundanya pengadaan bibit ternak di tahun 2025 dan berkurangnya intensitas layanan kepada peternak.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Disnakeswan tidak tinggal diam. “Kami menyadari tantangan ini memerlukan langkah-langkah cepat dan strategis. Karena itu, kami menjalin kemitraan dengan perusahaan-perusahaan peternakan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), seperti PT. Japfa Comfeed dan PT. Charoen Phokphand Indonesia Tbk, untuk memperkuat dukungan terhadap peternak,” jelas Devianti.
Selain menggencarkan kolaborasi, Disnakeswan juga memodifikasi metode edukasi dengan melakukan pelatihan langsung saat kunjungan ke peternak, menggantikan sosialisasi formal yang sebelumnya rutin dilakukan. Langkah ini dinilai lebih efektif dalam memberikan pendampingan praktis di lapangan.
“Kami juga memprioritaskan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai fondasi keberlanjutan. Meskipun anggaran terbatas, kualitas layanan harus tetap berjalan,” tambah Devianti.
Upaya proaktif ini menjadi bukti komitmen Disnakeswan untuk tetap menjaga keberlangsungan sektor peternakan di Padang Pariaman, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah tantangan yang ada.







