Agam, Figurnews.com – Calon Legislatif untuk DPRD Provinsi Sumatera Barat dari Partai Nasdem No. Urut 5 melalui Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Sumbar meliputi Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi, Laksama (Purn) Hargianto, SE. MM. M.Si., membuktikan dirinya sangat menguasai Seni Militer.

Hal itu dibuktikan melalui kegiatan Marandang Se-Dunia. Kala itu, Sebagai Jenderal Bintang Satu (Laksamana Pertama) Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut, Hargianto tergerak jiwa nasionalismenya disaat Negara Malaysia mencoba mengambil klaim kepada dunia bahwa rendang adalah masakan khas negaranya.
Hargianto yang sangat familiar dengan masakan rendang tergugah hatinya untuk melakukan perlawanan atas klaim yang lakukan Malaysia, pasalnya Hargianto adalah putera asli urang awak yang berasal dari Nagari Cingkariang, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat. Masakan Rendang adalah menu makanan yang bukan saja terasa nikmat dilidah, ada rasa rindu akan kampung halaman bagi setiap anak nagari bila memakannya selama mencari hidup dirantau orang.
Sebagai masyarakat umum, tentunya kita mungkin mengira Hargianto akan mengambil langkah langkah penaklukan terhadap pihak asing yang mengganggu kedaulatan Indonesia sebagai bangsa yang kaya akan budaya. Bisa saja dunia menganggap Hargianto akan melalukan kajian kajian militer, bakal akan ada perang di selat Malaka !

Setelah melakukan kerjasama diantara beberapa instansi pemerintah, lembaga terkait dan tentunya masyarakat adat ditingkat pusat dan daerah, akhirnya pada tanggal 21 Agustus 2021, Ibu Negara, Irina Joko Widodo membuka kegiatan memasak rendang sedunia.
Melibatkan peserta memasak sebanyak 3000 orang yang wilayah pelaksanaannya meliputi 5 Benua, 2 Ton daging diolah menjadi makanan tradisional Sumbar, yaitu Rendang.

Kemampuan Jendral Bintang Satu yang bergelar Datuak Bagindo Malano Nan Hitam berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak yang terlibat, salah satunya Tokoh Rantau rang Banuhampu anak nagari Kubang Putiah, Dr. Dedi Sabetra yang lebih dikenal dengan nama Bang Yung, saat itu sebagai penjabat teras Bulog RI membantu dengan niat yang sama, cinta kepada kampung halaman dan budaya Minangkabau, bersama-sama menjaga eksistensi kuliner daerah dari klaim Malaysia, sekaligus melestarikan dan mempopuler rendang keseluruh pelosok dunia.
Dan akhirnya, perjuangan Dt. Bagindo Malano Nan Hitam bukan saja menjaga kedaulatan budaya minang, lebih dari itu, Hargianto berhasil mempopulerkan Rendang ke seantero dunia. Suatu prestasi dan dedikasi yang membanggakan dari seorang anak rantau untuk Ranah Minangkabau. Atas prestasinya itu, Masak Rendang Se Dunia tercatat sebagai Rekor Nasional di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dan selanjutnya Masakan Rendang dari Sumatera Barat didaftarkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia ke UNESCO atas nama Gubernur Sumatera Barat, Buya Mahyeldi.

Hal tersebut membuktikan Laksma (purn) Hargianto layak disebut Jenderal yang juga Tokoh Adat Minangkabau. Seni Militer yang dimiliki Hargianto ternyata sangat ampuh menjaga keutuhan dan kedaulatan budaya Minangkabau.
Good Job Jendral, Seni Militermu juga sangat dibutuhkan urang awak untuk menaikkan taraf hidup masyarakat, sehingga kemiskinan akan hilang dari Sumatera Barat.
Kami tunggu aksi aksi Seni Militer lainnya melalui DPRD Sumbar, Masyarakat Agam dan Bukittinggi siap membantu perjuanganmu, Bravo Jenderal !
Penulis : Fuad Riza








