Palembang,Figurnews.com,-
Sensus pertanian 2023 yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dari 10 jenis pertanian BPS Sumatera Selatan mencatat bahwa Pertanian di sektor perkebunan Karet menjadi favorit dengan mencapai 43,68%.
Dan disusul oleh petani padi sawah 23,16%, kemudian untuk petani kopi ini mencapai 16,91%,kemudian yang keempat petani kelapa sawit sebesar 15,28%, kemudian peternak ayam kampung biasa ini sebanyak 9,53%, kemudian Ayam potong juga masih cukup banyak yaitu kurang lebih 5,31%, kemudian peternak kambing potong ini 4,76%, kemudian kelapa besar 3,94% dan durian sebanyak 3,87% dan yang terakhir yang ke-10 adalah petani dengan menggunakan padi sawah yaitu sebanyak 3,27%.
BACA JUGA : Pasca Kenaikan Tarif PDAM,BI Serukan Waspada Inflasi di Palembang pada Bulan Desember
Hal tersebut disampaikan oleh kepala BPS Provinsi Sumsel saat merilis hasil sensus pertanian tahun 2023 dihotel Harper Palembang, Senin (04/12/2023).
“Pertanian durian juga masuk dalam kelompok 10 besar terfavorit yang banyak dilakukan oleh pelaku-pelaku Usaha,”kata kepala BPS Provinsi Sumsel Moh. Wahyu Yulianto.

Secara keseluruhan, kata Yulianto, hasil Sensus Pertanian 2023 (ST2023) dibandingkan hasil ST2013 di Provinsi Sumatera Selatan.Terjadi kenaikan jumlah Rumah Tangga Usaha Pertanian (RTUP) dan penurunan jumlah Usaha Pertanian Perorangan (UTP).
“Memang mengalami penurunan dari tahun 2013 lalu, turun sebesar 1,63 persen akan tetapi dari rumah tangga usaha pertanian mengalami peningkatan jadi memang rumah tangganya meningkat tapi pelaku usahanya perorangan semakin menurun,”ujarnya
BACA JUGA : Dari Tiga Komoditas, Beras Salah Satu Makanan Penyumbang Inflasi
BPS telah mencatat pelaku Usaha Rumah Tangga Usaha Pertanian di Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 1.161.246 rumah tangga.Sedangkan, Jumlah usaha pertanian hasil ST2023 di Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 1.185.650 unit yang terdiri atas 1.185.289 Usaha Pertanian Perorangan (UTP), 230 Perusahaan Pertanian Berbadan Hukum (UPB), dan 131 Usaha Pertanian Lainnya (UTL).
“Kita akan melihat jumlah pertanian menurut subsektornya pada tahun 2023 ini UTP tercatat sangat mendominasi usaha pertanian di hampir semua subsektor di mana UTP terbanyak ini terdapat pada subsektor perkebunan yakni mencapai 854.000 unit usaha,”ujarnya

Selain itu,kata Yuianto ada empat dari tujuh subsektor yang mengalami penurunan selama 10 tahun terakhir di mana penurunan terbesar untuk rumah tangga petani yaitu terjadi pada subsektor jasa pertanian dan subsektor kehutanan ini yang mengalami penurunan cukup tinggi sedangkan untuk subsektor holtikultura peternakan perkebunan ini rumah tangga usaha pertanian mengalami peningkatan yang cukup besar yaitu masing-masing sebesar 36,12% 22,97% dan 14,43%.
BACA JUGA : BPS Rilis Pertumbuhan Ekonomi Sumsel Tumbuh 5,08% pada Kuartal III/ 2023
“Terkait dengan informasi untuk petani gurem bahwa data menunjukkan telah terjadi peningkatan rumah tangga untuk usaha petani gurem ini mencapai 76.000 atau sekitar presentasinya 68,51% yaitu naik dia di tahun 2023 dibandingkan dengan tahun 2013 yang lalu rumah tangga usaha pertanian durem ini merupakan rumah tangga yang menggunakan atau menguasai lahan. yang lahannya kurang lebih hanya di bawah dari setengah hektar artinya di Sumatera Selatan bahwa semakin banyak petani yang berusaha pada lahan yang sangat terbatas,”jelasnya
Ia berharap dengan adanya data yang sudah dicatat oleh BPS Sumsel akan menjadi acuan pemerintah ketika membuat kebijakan nantinya.
“Dengan adanya data ini bisa dimanfaatkan oleh pemerintah yang membuat keputusan sehingga data itu menjadi satu kebaikan bukan hanya kita sudah selesai dan berakhir begitu saja itu harapan kita ,”harapnya








