oleh

Upaya Pemkab Mentawai Hadapi Isu Prioritas Nasional

Foto: Penjabat Bupati Mentawai, Fernando J Simanjuntak. 

MENTAWAI. FN- Pemerintah kabupaten kepulauan Mentawai berupaya menghadapi tiga isu prioritas Nasional. Ketiga isu prioritas Nasional itu adalah kemiskinan ekstrim, stunting, dan inflasi.

Penjabat Bupati Mentawai, Fernando J Simanjuntak menyampaikan, penyebab kemiskinan ekstrim dilatar belakangi oleh akses jalan.

“Kemiskinan ekstrem ini di Kepulauan Mentawai melalui hasil diskusi dengan beberapa OPD karena terisolirnya kita,” sebutnya saat konferensi pers bersama awak Media di ruang rapat Sekretariat daerah. Selasa, (04/07/2023).

Ia menambahkan akses jalan untuk mencakup wilayah di Kepulauan Mentawai belum memadai. Sehingga, penjualan hasil perkebunan Masyarakat tidak optimal.

Selanjutnya, selisih harga signifikan cenderung terjadi di setiap kecamatan.

“Hasil bumi, komoditas yang dipanen dari Betaet itu harus dibawa pakai kapal, dengan kondisi laut yang ekstrim,” tambah Fernando.

Apabila akses jalan trans Mentawai telah mencakup seluruh wilayah di Kepulauan Mentawai tentunya merangsang pertumbuhan pelaku UMKM.

“Koordinasi telah kita bangun seluas-luasnya baik dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” terangnya.

Kepulauan Mentawai terbagi dari 4 pulau yaitu, pulau Siberut, pulau Sipora, pulau Pagai utara, dan pulau Pagai selatan.

Pemkab Mentawai berupaya melalui program penurunan stunting baik di tingkat kecamatan hingga di tingkat desa.

Pola asuh memiliki peran penting dalam mencegah anak terkena stunting atau gagal tumbuh akibat kekurangan gizi.

Penjabat Bupati Mentawai menyebutkan, program tersebut menyasar dalam penyelenggaran fasilitas kesehatan dan pemberian makanan tambahan.

Kemudian perhatian dari Petugas Kesehatan di setiap Puskesmas maupun Puskesmas pembantu.

“Tapi memang belum menyentuh ke basis masalah stunting yaitu ekonomi, ini sejalan dengan kemiskinan ekstrim,” paparnya.

Pada tahun 2023 ini, kabupaten kepulauan Mentawai menyumbang 2,14 persen jumlah angka Kemiskinan di provinsi Sumatera Barat. Sementara itu terdapat 1.026 jumlah angka anak penderita stunting.

Angka kemiskinan dan stunting di Kepulauan Mentawai menjadi angka tertinggi di 19 kabupaten/kota provinsi Sumatera barat.

Wartawan: Erik Virmando