Foto: Lobster. Sumber Foto Google
MENTAWAI. FN- Melalui berbagai identifikasi sumber menyatakan potensi benih bening lobster atau BBL di perairan kepulauan Mentawai.
Sumber itu berasal dari Tim Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Sikakap, Universitas Bung Hatta dan Tim Provinsi Sumbar.
Penjabat Bupati Mentawai, Fernando J Simanjuntak menyampaikan, melalui identifikasi tersebut diketahui BBL di kepulauan Mentawai mayoritas Lobster Mutiara.
Menurutnya, apabila potensi ini dapat dikelola dengan baik atau secara legal tentunya menjadi harapan baik bagi ekonomi Masyarakat.
“Belum tentu seluruh laut memiliki Benih benih lobster, tinggal kita kelola untuk kemakmuran Masyarakat,” ujarnya saat konferensi pers bersama awak Media di ruang Sekretariat Daerah Mentawai. Selasa, (04/07/2023).
Penjabat Bupati Mentawai itu menambahkan kegiatan BBIP Sikakap kedepan bakal disinergikan dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung.
Pihaknya melakukan disertasi pembesaran Lobster yang melibatkan Masyarakat, sehingga terjadi alih teknologi ke Masyarakat.
Selanjutnya, Masyarakat dapat berbagi ilmu terhadap Masyarakat lain.
Selain memiliki potensi benih lobsternya, kepulauan Mentawai juga memiliki sumber pakan lobster yakni sejenis kerang-kerangan.
Pihaknya melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Mentawai, Nurdin telah meninjau langsung tempat pembesarn benih lobster di Sibolga.
Fernanando J Simanjuntak pada bulan Juli 2023 ini mengatakan bahwa pihaknya bersama BBPBL Lampung akan melakukan riset. Sehingga pada bulan Agustus 2023 sudah dimulai.
“Kita sudah siapkan satu kelompok yang nantinya bersama BBIP melakukan pembesaran di bak atau kerambak,” terangnya.
Ia menyebutkan, saat ini harga Lobster Mutiara berkisar antara Rp1 juta hingga Rp1,3 juta per kilogram.
Wartawan: Erik Virmando








