KUPANG (NTT), FigurNews.com – PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul melalui pembekalan budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta transformasi digital kepada para peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL).
Kegiatan yang digelar pada Rabu (1/7/2026) itu diawali dengan Safety Induction dan edukasi penggunaan aplikasi PLN Mobile sebagai bekal awal bagi mahasiswa dan pelajar sebelum memasuki lingkungan kerja di sektor ketenagalistrikan.
Peserta gelombang pertama PKL berasal dari Universitas Nusa Cendana (Undana), Universitas Muhammadiyah Kupang, SMK Negeri 5 Kupang, dan SMK Negeri Kolbano.
Dalam pembekalan tersebut, PLN menekankan bahwa keselamatan kerja merupakan budaya yang wajib diterapkan oleh seluruh insan perusahaan. Para peserta diperkenalkan dengan berbagai potensi bahaya di lingkungan instalasi listrik tegangan tinggi, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), hingga prosedur penanganan keadaan darurat.
Selain membangun budaya K3, peserta juga diberikan pemahaman mengenai transformasi digital PLN melalui aplikasi PLN Mobile, yang kini menjadi layanan terpadu bagi pelanggan. Aplikasi tersebut memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan, mulai dari pelaporan gangguan, permohonan layanan kelistrikan, hingga pembayaran tagihan secara digital.
Manager PLN UPT Kupang, Muhammad Husen, mengatakan pembekalan ini merupakan bagian dari tanggung jawab PLN dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi dunia kerja.
“Kami berkomitmen agar peserta magang tidak hanya memperoleh pengalaman dan sertifikat, tetapi juga memiliki karakter yang disiplin terhadap keselamatan kerja serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kami berharap mereka dapat menjadi duta PLN dalam memperkenalkan kemudahan layanan digital kepada masyarakat,” ujar Husen.
Salah seorang peserta PKL dari Universitas Nusa Cendana, Wulan Angeliq, mengaku pembekalan tersebut memberikan rasa percaya diri sebelum menjalani praktik kerja di lingkungan PLN.
“Awalnya saya merasa cemas memasuki industri ketenagalistrikan yang memiliki risiko tinggi. Namun setelah mengikuti Safety Induction, saya memahami bahwa keselamatan menjadi prioritas utama di PLN. Edukasi mengenai PLN Mobile juga membuat saya semakin memahami transformasi digital yang dilakukan perusahaan,” ungkapnya.
Secara terpisah, General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, investasi terbaik bagi masa depan sektor ketenagalistrikan adalah menciptakan SDM yang kompeten, berintegritas, serta memiliki budaya keselamatan yang kuat.
“Melalui pembekalan ini kami ingin menanamkan nilai-nilai profesionalisme, kepedulian terhadap keselamatan, serta kemampuan beradaptasi dengan teknologi. Kami berharap para peserta kelak menjadi tenaga profesional yang inovatif dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa,” kata Eko.
Melalui program pembekalan ini, PLN UPT Kupang tidak hanya berupaya menjaga keandalan sistem kelistrikan di Nusa Tenggara Timur, tetapi juga berperan aktif dalam mempersiapkan generasi muda yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki budaya keselamatan kerja yang kuat sebagai bekal memasuki dunia industri. (DM)








