oleh

Penataan Parkir Mulai Berdampak, Pemasukan Gedung Parkir Bukittinggi Tembus Rp4,2 Juta per Hari

Bukittinggi, FigurNews.com – Upaya Pemerintah Kota Bukittinggi dalam memperbaiki pengelolaan parkir mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pendapatan dari gedung parkir kota mengalami peningkatan signifikan setelah dilakukan pembenahan sistem dan pengawasan yang lebih ketat.

Penerimaan dari gedung parkir Bukittinggi pada Minggu (31/5/2026) tercatat mencapai sekitar Rp4,2 juta dalam sehari. Angka tersebut menjadi indikator meningkatnya efektivitas pengelolaan parkir yang selama ini menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Pembenahan ini diprakarsai oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, yang sebelumnya turun langsung meninjau kondisi pengelolaan parkir dan memberikan arahan kepada petugas terkait.

Peningkatan pendapatan tersebut berasal dari operasional gedung parkir yang berada di kawasan pusat Kota Bukittinggi.

Hasil positif tersebut terlihat pada akhir Mei 2026, dengan pencapaian pendapatan harian yang tercatat pada hari Minggu.

Menurut pemerintah
kota, kenaikan pendapatan dipengaruhi oleh penerapan tata kelola yang lebih tertib, peningkatan pengawasan lapangan, serta upaya memastikan seluruh transaksi parkir tercatat dengan baik dan transparan.

Pemko melakukan evaluasi terhadap sistem yang berjalan, memperkuat pengawasan, serta menata kembali mekanisme operasional di lapangan. Langkah tersebut bertujuan mengurangi kebocoran pendapatan sekaligus meningkatkan pelayanan kepada pengguna fasilitas parkir.

Wali Kota Ramlan Nurmatias berharap capaian ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan. Menurutnya, setiap rupiah yang masuk ke kas daerah akan kembali dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan peningkatan pelayanan publik bagi masyarakat.

Di sisi lain, masyarakat menyambut baik perubahan tersebut. Selain memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna kendaraan, sistem yang lebih tertata juga diyakini mampu meningkatkan kontribusi sektor parkir terhadap pendapatan daerah.

Keberhasilan ini menjadi salah satu contoh bahwa pengelolaan aset daerah yang dilakukan secara profesional dan berkesinambungan dapat menghasilkan manfaat nyata, baik bagi pemerintah maupun masyarakat Kota Bukittinggi.