Bukittinggi, FigurNews.com — Pemerintah Kota Bukittinggi bersama aparat keamanan terus mematangkan persiapan peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang akan digelar meriah sepanjang tahun 2026.
Selain mendapat dukungan dari pemerintah daerah, perayaan bersejarah tersebut juga mendapat perhatian dari Kementerian Pariwisata, Balai Pelestarian Kebudayaan, hingga berbagai unsur masyarakat seperti niniak mamak, cadiak pandai, dan alim ulama.
Wali Kota Bukittinggi menyebutkan, sebagian besar rangkaian kegiatan budaya dan hiburan terlaksana melalui kolaborasi berbagai pihak tanpa membebani anggaran daerah secara khusus.
Wali Kota Bukittinggi menyebutkan, sebagian besar rangkaian kegiatan budaya dan hiburan terlaksana melalui kolaborasi berbagai pihak tanpa membebani anggaran daerah secara khusus.
Sejumlah fasilitas seperti panggung pertunjukan, kursi tamu, hingga pentas budaya disiapkan bersama Balai Pelestarian Kebudayaan dan dukungan masyarakat.
“Yang kita jual bukan hanya Jam Gadang, tetapi juga udara sejuk, alam, sejarah, budaya, dan kuliner khas Bukittinggi,” ujar Wali Kota saat pertemuan bersama media dan tamu luar negeri.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, tamu dari berbagai negara dijadwalkan hadir untuk melihat langsung ikon wisata yang dikenal sebagai salah satu jam menara langka di dunia. Para tamu juga akan diajak menikmati suasana alam, kuliner khas Minangkabau, serta kekayaan budaya Kota Bukittinggi.
Sementara itu, Kapolresta Bukittinggi menegaskan pengamanan menjadi perhatian utama karena kegiatan berskala nasional hingga internasional tersebut membawa nama baik daerah maupun Indonesia.
Pengamanan dilakukan bersama TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, pihak perhotelan, komunitas masyarakat, hingga media.
Kapolresta juga menyebut pihaknya akan mengantisipasi berbagai potensi gangguan seperti kemacetan, balap liar, hingga ancaman keamanan lainnya agar seluruh tamu merasa aman dan nyaman selama berada di Kota Bukittinggi.
Selain fokus pada perayaan, pemerintah juga melakukan penataan kawasan kota, termasuk parkir, trotoar, taman kota, dan fasilitas umum demi menciptakan wajah kota yang lebih tertib dan nyaman bagi wisatawan maupun masyarakat. (Nia)








