oleh

Gerak Cepat Jemput Peluang, Bupati Hendrajoni Amankan Arah Pembangunan Pesisir Selatan

Pesisir Selatan (Sumbar), FigurNews.com – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat, Bupati Pesisir Selatan H. Hendrajoni memilih tidak menunggu. Ia mengambil langkah proaktif dengan melakukan serangkaian koordinasi ke berbagai kementerian di Jakarta guna memastikan pembangunan daerah tetap berjalan dan mendapat dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Strategi “jemput bola” ini menjadi langkah krusial di tengah keterbatasan fiskal daerah. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menyadari bahwa mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) semata tidak cukup untuk mendorong percepatan pembangunan, khususnya di sektor infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Selama berada di ibu kota, Bupati menjalani sejumlah agenda strategis lintas sektor. Di bidang pertanian, kehadirannya dalam forum koordinasi nasional di Kementerian Pertanian diarahkan untuk memastikan Pesisir Selatan masuk dalam prioritas program ketahanan pangan. Langkah ini diharapkan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani.

Sementara itu, pada sektor infrastruktur dan tata ruang, koordinasi dilakukan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Pembahasan difokuskan pada sinkronisasi rencana pembangunan daerah dengan kebijakan nasional agar program yang diusulkan dapat terakomodasi dalam perencanaan pusat.

Peluang pengembangan kawasan ekonomi baru juga tak luput dari perhatian. Dalam pertemuan dengan jajaran Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi, dibahas potensi pembukaan kawasan strategis yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja lokal.

Di sektor energi, Bupati menjajaki dukungan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta PT PLN untuk memastikan ketersediaan listrik, terutama di kawasan yang tengah berkembang sebagai pusat investasi dan pariwisata.

Aspek sosial dan penguatan sektor pertanian turut menjadi agenda. Koordinasi dengan Kementerian Sosial difokuskan pada perluasan jangkauan program bantuan dan pemberdayaan masyarakat rentan. Sedangkan pembahasan bersama Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi diarahkan pada penguatan sistem pengairan guna menjamin keberlanjutan produksi pertanian.

Bupati Hendrajoni menegaskan bahwa langkah aktif tersebut merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat di tengah persaingan antar-daerah untuk mendapatkan dukungan anggaran pusat.

“Kalau kita tidak proaktif menjemput peluang, tentu tidak banyak kue pembangunan yang bisa kita bawa pulang untuk masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai, kepala daerah tidak cukup hanya menunggu di daerah, tetapi harus mampu membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah pusat agar program pembangunan dapat terealisasi secara optimal.

Di tengah padatnya agenda tersebut, Bupati tetap menjalankan tugas meskipun sedang dalam masa pemulihan cedera bahu akibat kegiatan kedinasan sebelumnya. Kondisi ini tidak menyurutkan komitmennya untuk tetap hadir dalam berbagai pertemuan strategis.

Menanggapi kritik sebagian pihak terkait intensitas kunjungan kerja ke luar daerah, Bupati menyikapinya sebagai bentuk perhatian publik.

“Kalau ada warga yang rindu lalu mengkritik saya karena dianggap jarang di kantor, itu bagi saya adalah bentuk perhatian rakyat. Saya justru berterima kasih,” ungkapnya.

Menurutnya, upaya aktif ke pusat bertujuan membawa pulang hasil nyata bagi masyarakat, baik dalam bentuk pembangunan fisik maupun program pemberdayaan. Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah.

Dengan terbangunnya sinergi antara pemerintah daerah dan kementerian teknis, diharapkan berbagai persoalan strategis seperti kemiskinan, infrastruktur, irigasi, hingga pemerataan listrik dapat ditangani secara lebih cepat dan terarah.

Langkah proaktif ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi dunia investasi bahwa Pesisir Selatan merupakan daerah yang serius dalam mendorong pembangunan. Pemerintah daerah pun optimistis, dengan strategi yang terukur dan komunikasi yang intensif, arah pembangunan akan terus bergerak maju demi kesejahteraan masyarakat.

Dalam hal ini, pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan juga berkomitmen dengan masyarakat serta bersedia menerima kritik maupun masukan untuk kemajuan Pesisir Selatan. (Adv/Sc)