oleh

Pedagang Starlink Disatroni Satpol PP, Dugaan Pungli Berujung Klarifikasi Berulang

JAKARTA, FigurNews.com — Dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang menyeret oknum anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terhadap pedagang kaki lima (PKL) Starlink di kawasan Kuningan Timur berbuntut panjang. Setelah video dugaan pungli tersebut viral di media sosial, sejumlah anggota Satpol PP bersama Ketua RT setempat mendatangi rumah kontrakan pedagang yang disebut dalam video.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/2). Berdasarkan keterangan warga, aparat datang untuk mencari dan menanyakan keberadaan salah satu pedagang Starlink yang diduga menjadi sumber video viral tersebut. Namun, pedagang yang bersangkutan tidak berada di rumah karena sedang berjualan.

Kedatangan aparat ke lingkungan kontrakan membuat sejumlah warga terkejut. Beberapa tetangga mengaku dimintai informasi, termasuk nomor telepon pedagang yang dicari. Namun warga mengaku tidak mengetahui detail kontak tersebut. Situasi sempat direkam oleh warga yang berada di lokasi.

Karena tidak menemukan yang bersangkutan di rumah, rombongan kemudian menuju lokasi pedagang berjualan di Jalan Rasuna Said. Di sana, terjadi pertemuan antara pihak Satpol PP, pedagang Starlink, dan Ketua RT Kuningan Timur. Dalam mediasi tersebut, perwakilan komandan Satpol PP disebut menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang telah menjadi perhatian publik.

Namun persoalan tidak berhenti di situ. Pada Senin pagi, anggota Satpol PP kembali mendatangi rumah kontrakan pedagang tersebut. Menurut keterangan warga, kedatangan kedua ini untuk meminta klarifikasi lanjutan terkait video viral yang dinilai mencoreng institusi dan berpotensi berdampak pada karier oknum anggota.

Berita trekait :Diduga Pungli Pedagang di Jalan Rasuna Said, Oknum Satpol PP Disebut Minta Rp1 Juta

Sejumlah tetangga menyebut pedagang diminta memberikan pernyataan klarifikasi untuk kepentingan institusi. Bahkan, beredar kabar bahwa pedagang dijanjikan sesuatu agar bersedia menyatakan bahwa informasi dalam video viral tersebut tidak benar. Klaim ini belum dapat diverifikasi secara independen, dan pihak Satpol PP belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan tersebut.

Warga sekitar mengaku heran dengan intensitas kedatangan aparat yang berulang kali hingga menjelang siang. “Sudah klarifikasi, KTP juga sudah diminta dan diberikan. Tapi masih didatangi lagi,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Satpol PP terkait dugaan pungli maupun alasan kedatangan berulang ke rumah pedagang. Kasus ini memantik pertanyaan publik: apakah klarifikasi dilakukan murni untuk meluruskan informasi, atau justru ada tekanan agar narasi berubah?

FigurNews masih berupaya mengonfirmasi pihak terkait guna menghadirkan pemberitaan berimbang sesuai asas praduga tak bersalah dan hak jawab semua pihak. (Tim FN)