oleh

Pemprov Lampung Matangkan Investasi Bioetanol Multifeedstock, Dukung Kemandirian Energi

Bandar Lamung, FigurNews.com– Dalam rangka mendukung kemandirian energi nasional sekaligus percepatan transisi energi hijau, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung bergerak cepat.

Terbaru, Pemprov Lampung bersama sejumlah stakeholder menggelar rapat pematangan Rencana Investasi Pengembangan Multifeedstock Bioethanol Processing Technology.

Rapat pematangan yang berlangsung di Ruang Rapat Sakai Sambayan, Komplek Kantor Gubernur Lampung, pada Kamis (29/1/2026), yang dipimpin Asisten III Bidang Administrasi Umum Setprov Lampung, Mulyadi Irsan itu, turut dihadiri sejumlah stakeholder.

Di antataranya, perwakilan Kementerian Investasi/BKPM, Pertamina New & Renewable Energy (NRE), Toyota, akademisi Universitas Lampung, serta Research Association of Biomass Innovation for Next Generation Automobile Fuels dari Jepang.

Mulyadi Irsan mengatakan, pengembangan bioetanol menjadi perhatian serius Pemprov Lampung sebagai bagian dari agenda nasional kemandirian energi dan pengurangan emisi karbon.

“Lampung memiliki keunggulan strategis, baik dari sisi geografis maupun ketersediaan bahan baku. Sekitar 29 persen struktur ekonomi Lampung ditopang sektor pertanian, dengan produksi jagung sekitar 2,7 juta ton per tahun dan singkong yang berkontribusi hingga 70 persen produksi nasional,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penerapan teknologi multifeedstock menjadi kunci agar produksi bioetanol tidak bergantung pada satu komoditas. Teknologi ini memungkinkan pemanfaatan berbagai bahan baku, seperti ubi kayu, tebu, nira, hingga biomassa lainnya.

“Dengan multifeedstock, keseimbangan antara kebutuhan energi dan ketahanan pangan bisa tetap terjaga,” kata Mulyadi.

Dari sisi industri, Pertamina NRE memaparkan rencana pengembangan bioetanol secara bertahap di Lampung.

Tahap awal akan difokuskan pada pembangunan demo plant bioetanol generasi kedua yang direncanakan berlokasi di Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, dengan memanfaatkan limbah biomassa kelapa sawit serta uji tanam sorgum sebelum masuk ke tahap komersial.

Sementara itu, perwakilan Toyota menyampaikan bahwa Jepang tengah mempercepat riset dan pengembangan biofuel seiring target penerapan campuran etanol hingga E20 pada 2030.

Toyota juga menyatakan kesiapan teknologi kendaraan flex-fuel dan membuka peluang kolaborasi dengan Pertamina serta pemerintah daerah.

Dari kalangan akademisi, Universitas Lampung menyebut wilayah Tegineneng memiliki potensi pengembangan sorgum sebagai bahan baku bioetanol, meski diperlukan kajian lanjutan terkait kondisi kimia, fisika, dan biologi tanah sebelum dikembangkan secara luas.

Sementara itu, Kementerian Investasi/BKPM menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mendukung realisasi investasi bioetanol di Lampung melalui percepatan perizinan, fasilitasi insentif, hingga skema kerja sama dengan mitra luar negeri.

Artikel ini telah tayang di TribunLampung.co.id dengan judul Pemprov Lampung Matangkan Investasi Bioetanol Multifeedstock, Dukung Kemandirian Energi, https://lampung.tribunnews.com/lampung/1200708/pemprov-lampung-matangkan-investasi-bioetanol-multifeedstock-dukung-kemandirian-energi.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Noval Andriansyah