Bandar Lampung, FigurNews.com –Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus bergerak masif dalam membangun fondasi sumber daya manusia (SDM) yang unggul, kompetitif, dan berkarakter. Salah satu fokus utama yang kini tengah Pemprov genjot secara serius adalah mendorong peningkatan angka partisipasi kasar (APK) pendidikan tinggi di Bumi Ruwa Jurai, sebagai jembatan penting menuju visi besar Indonesia Emas 2045.
Komitmen strategis tersebut dipaparkan secara mendalam dalam forum diskusi bergengsi Lampung Post Executive Forum II 2026 di Gedung Mahligai Agung Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL), Kamis (18/6/2026). Agenda tahunan ini secara khusus mengusung tema krusial Meningkatkan APK Pendidikan Tinggi Lampung Menuju Indonesia Emas 2045.
Lepas dari Papan Bawah Nasional lewat Target Radikal
Hadir memberikan arahan mewakili Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Lampung, Yurnalis. Dia menegaskan indikator APK perguruan tinggi memegang peranan yang sangat vital. Angka ini menjadi cerminan mutlak keberhasilan suatu daerah dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi kompleksitas tantangan zaman modern.
Yurnalis membeberkan realitas objektif yang mencatat saat ini APK perguruan tinggi di Lampung baru menyentuh angka 24,38%. Statistik ini menempatkan Provinsi Lampung berada pada jajaran peringkat bawah secara nasional.
“Secara sederhana, angka ini berarti baru sekitar 2 dari 10 pemuda usia kuliah di Lampung yang memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan ke jenjang universitas. Kita harus mengubah realitas ini. Anak-anak Lampung tidak boleh berhenti bermimpi hanya karena keterbatasan akses pendidikan,” ujar Yurnalis di hadapan para peserta forum.
Merespons kondisi tersebut, Pemprov Lampung langsung mengambil langkah taktis defensif sekaligus ofensif dengan meluncurkan rangkaian kebijakan strategis yang berfokus penuh pada target Nol Anak Putus Sekolah pada tahun 2026. Kebijakan radikal ini diambil sebagai bentuk intervensi menyeluruh untuk membenahi dan mereformasi sistem pendidikan daerah dari hulu ke hilir.
Empat Pilar Program Unggulan Pemprov Lampung
Guna mengurai sumbatan akses tersebut, Yurnalis memaparkan Pemprov Lampung tengah mengoptimalkan empat pilar program integratif yang berjalan secara simultan:
- Program Transisi Pendidikan Menengah ke Perguruan Tinggi: Menyiapkan skema bimbingan dan pendampingan psikologis serta akademis agar siswa SMA/SMK termotivasi melanjutkan kuliah.
- Program Penanganan Putus Sekolah & Pemerataan Akses: Melakukan pelacakan aktif dan intervensi finansial bagi anak-anak usia sekolah yang rentan keluar dari sistem pendidikan.
- Program Kesiapan Kerja (Khusus SMK): Memastikan lulusan vokasi memiliki keahlian tersertifikasi industri, namun tetap membuka peluang selebar-lebarnya untuk jalur akademik.
- Program Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik & Kebudayaan: Meningkatkan kompetensi pedagogik guru agar kualitas pengajaran di kelas merangsang daya kritis siswa.
“Membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan mendongkrak APK ini tidak bisa dinas terkait kerjakan sendirian. Perlu ada orkestrasi kolaborasi yang solid antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pihak sekolah, perguruan tinggi, hingga peran aktif orang tua,” ujarnya.
Bukti Nyata Kelolosan 100% PTN dan Penghapusan Iuran Komite
Komitmen Pemprov Lampung dalam menjembatani siswa menuju bangku kuliah bukan sekadar retorika di atas kertas. Hasil nyata performa pendidikan menengah di Lampung pada tahun 2026 ini menunjukkan lompatan prestasi yang luar biasa. Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 14 Bandar Lampung dan SMAN 1 Tegineneng berhasil mencatatkan rekor dengan meloloskan hampir 100% siswa kelas XII mereka ke berbagai perguruan tinggi negeri (PTN) favorit melalui bermacam jalur seleksi nasional.
Keberhasilan impresif ini mendapat dukungan penuh Pemprov Lampung lewat kebijakan berani menghapus iuran komite sekolah. Serta menyalurkan bantuan Biaya Operasional Pendidikan Daerah (BOPD) secara masif bagi puluhan ribu siswa SMA dan SMK di seluruh kabupaten/kota. Langkah ini dirancang untuk memastikan faktor ekonomi tidak lagi menjadi dinding penghalang bagi anak-anak berprestasi.
Di samping itu, Pemprov Lampung juga menjamin sistem penerimaan mahasiswa baru dan penyaluran beasiswa daerah berjalan dengan prinsip bersih, transparan, dan akuntabel. Tugas pemerintah hari ini bukan lagi sekadar meluluskan siswa dari bangku sekolah menengah, melainkan memastikan mereka memiliki jaminan masa depan lewat akses perguruan tinggi yang terbuka lebar secara adil.
“Membangun Lampung harus mulai dari membangun manusianya, dan membangun manusia hanya bisa mulai dari fondasi pendidikan yang berkualitas,” ujar Yurnalis mengakhiri arahannya.
Poin Kunci Strategi Pendidikan Lampung 2026:
- Target Utama: Nol Anak Putus Sekolah di Tahun 2026.
- Kondisi APK Aktual: 24,38% (Target peningkatan menuju rata-rata nasional).
- Solusi Finansial: Penghapusan iuran komite sekolah & penyaluran massal BOPD.
- Capaian Riil 2026: SMAN 14 Bandar Lampung & SMAN 1 Tegineneng lolos hampir 100% ke PTN.








