Blitar Jatim FigurNews.com.
Persaingan menuju posisi strategis Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar semakin memanas. Setelah melewati serangkaian proses seleksi yang ketat, kini lima pejabat tinggi daerah telah resmi dinyatakan lolos dan siap berkompetisi dalam tahap akhir dengan mempresentasikan makalah visi, misi, dan target kinerja mereka. Tahap ini menjadi penentu siapa yang akan memimpin birokrasi di Kabupaten Blitar dalam beberapa tahun mendatang.
Seleksi ini merupakan lanjutan dari proses asesmen jabatan tinggi pratama yang digelar pada tanggal 1 Oktober 2025 di UPT Pusat Penilaian Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur. Dari hasil penilaian yang dilakukan secara objektif dan transparan, panitia seleksi menetapkan lima nama yang berhak melaju ke tahap berikutnya.
Kelima kandidat tersebut adalah sosok-sosok berpengalaman dan berdedikasi tinggi, yakni Agus Santosa, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar; Khusna Lindarti, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Blitar; Priyo Suhartono, Sekretaris Daerah Kota Blitar; Rully Wahyu Prasetyowasanto, Inspektur Kabupaten Blitar; serta Suhendro Winarso, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Blitar.
Budi Hartawan, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Blitar, menjelaskan bahwa seluruh peserta telah melewati asesmen dengan hasil yang memuaskan dan sesuai ketentuan panitia seleksi. “Kelima peserta menunjukkan kompetensi yang mumpuni dalam asesmen, sehingga mereka berhak melanjutkan ke tahap presentasi visi dan target kinerja,” ujar Budi saat ditemui di kantor BKPSDM, Rabu (O8/1O/2O25).
Dalam tahap akhir ini, setiap kandidat diwajibkan menyusun dan mempresentasikan makalah visi, misi, dan target peningkatan kinerja perangkat daerah. Makalah tersebut tidak hanya harus disiapkan dalam bentuk cetak, tapi juga harus tersedia dalam format digital sebagai bagian dari persyaratan administratif. Presentasi akan berlangsung pada tanggal 7 Oktober 2025 di Hotel Platinum Tunjungan, Surabaya, dan akan dinilai secara langsung oleh panitia seleksi yang terdiri dari unsur pemerintah daerah dan provinsi.
Budi menekankan bahwa proses seleksi kali ini dijalankan dengan prinsip transparansi dan integritas tinggi. “Kami pastikan seluruh tahapan berlangsung tanpa adanya pungutan atau praktik yang tidak sesuai aturan. Jika ada peserta yang tidak hadir atau data yang disampaikan tidak akurat, maka otomatis peserta tersebut akan gugur,” tegasnya.
Dari lima kandidat yang bersaing, hanya tiga nama terbaik yang akan diajukan ke Bupati Blitar untuk dipilih sebagai Sekda definitif. Posisi Sekda sendiri sangat strategis, karena berperan sebagai ujung tombak pelaksanaan program pemerintah daerah sekaligus penghubung antara bupati dan perangkat daerah.
Para kandidat yang bersaing di posisi ini dinilai memiliki latar belakang dan pengalaman yang kuat, sehingga publik pun menantikan siapa yang akan terpilih sebagai Sekda Kabupaten Blitar periode mendatang. Nama-nama yang lolos sudah melalui seleksi ketat, namun tantangan sesungguhnya menanti dalam tahap presentasi makalah yang akan menjadi penentu kualitas dan visi kepemimpinan mereka.
Salah satu kandidat, Agus Santosa, mengungkapkan optimisme menyambut tahap akhir seleksi. “Kami semua berkomitmen menyajikan ide dan strategi terbaik untuk kemajuan Kabupaten Blitar. Ini bukan hanya soal posisi, tapi tentang bagaimana kami bisa berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” katanya.
Sementara itu, Khusna Lindarti menekankan pentingnya inovasi dalam birokrasi untuk mempercepat pelayanan publik. “Visi saya adalah mewujudkan pemerintahan yang responsif dan proaktif demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Pewarta. Andy.








