Jakarta, Beritasatu.com – Kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan manusia dan kesejahteraan bangsa. Sejak awal kepemimpinannya, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menempatkan sektor kesehatan sebagai salah satu prioritas nasional.
Presiden Prabowo memiliki delapan program hasil terbaik Cepat (PHTC)/ quick win, di mana tiga (3) di antaranya dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yakni:
- Pemeriksaan kesehatan gratis
- Menurunkan kasus TBC 50% dalam lima tahun
- Membangun RS lengkap berkualitas di kabupaten
Kini, selama setahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, sejauh mana ketiga program tersebut sudah berjalan.
1. Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Program pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat yang menjadi salah satu program quick win Presiden Prabowo Subianto telah dimulai sejak 4 Agustus 2025. Pada 2025, pemerintah menargetkan sebanyak 53 juta peserta didik di seluruh Indonesia untuk mengikuti program CKG sekolah.
Program ini akan menjangkau 282.317 satuan pendidikan, mulai dari SD hingga SMA/SMK, termasuk madrasah, pesantren, sekolah luar biasa (SLB), serta sekolah rakyat. Hingga 2 Oktober 2025, total peserta yang sudah memanfaatkan layanan ini mencapai 36,2 juta orang.
Dari 38,9 juta pendaftar, 93,13% hadir untuk menjalani pemeriksaan. Perinciannya, 27,1 juta orang mengikuti CKG umum, sedangkan 9,1 juta pelajar ikut dalam CKG sekolah. Program ini telah menjangkau 38 provinsi, 511 kabupaten/kota, dan lebih dari 10.000 fasilitas kesehatan, termasuk puskesmas.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Aji Muhawarman mengatakan, capaian ini mencerminkan antusiasme tinggi masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan gratis.
“Partisipasi masyarakat sangat tinggi, menandakan kesadaran semakin besar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, baik untuk pencegahan maupun deteksi dini,” ujar Aji kepada Beritasatu.com, Sabtu (4/10/2025).
Selain cakupan yang luas, pelaksanaan CKG juga membantu mengungkap berbagai masalah kesehatan di masyarakat dari berbagai kelompok usia.
Untuk bayi baru lahir, lima masalah tertinggi, yaitu kelainan saluran empedu, berat badan lahir rendah, penyakit jantung bawaan kritis, hipotiroid kongenital, dan defisiensi enzim G6PD. Pada balita dan anak prasekolah, masalah yang sering ditemukan meliputi, gigi karies, anemia, stunting, gizi kurang, dan perkembangan tidak normal.
Sementara untuk dewasa dan lansia, masalah yang paling banyak terdeteksi, yaitu kurang aktivitas fisik, karies gigi, obesitas dan kelebihan berat badan, serta hipertensi.
Aji menegaskan, temuan CKG menjadi bukti deteksi dini sangat penting untuk mencegah penyakit berkembang lebih parah. “Dengan CKG, kita bisa mengetahui kondisi tubuh sejak awal dan melakukan intervensi lebih cepat agar kualitas hidup tetap terjaga,” jelasnya.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan CKG di faskes atau sekolah terdekat, sekaligus mengubah pola hidup dengan lebih banyak olahraga dan mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak.








