Palembang,Figurnews.com
Kunjungan kerja (Kunker) spesifik Komisi X DPR RI ke Palembang pada 30-31 Januari 2025 dengan fokus pada pemanfaatan data BPS dalam kebijakan pendidikan. Kamis (30/01/2025).
Lita, Wanita kelahiran Palembang ini menyoroti tajam terkait tingginya angka anak putus sekolah berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi fokus utama dalam kunjungannya kali ini.
BACA JUGA : Universitas di Sumsel Keluhkan Data Camaba Kurang Faktual Berdampak Kurangnya Kuota Beasiswa Kuliah
“Salah satu perhatian utama dalam kunjungan ini adalah tingginya angka putus sekolah di Sumatera Selatan, yang mencapai 157.280 jiwa menurut data BPS.
Politisi Partai Nasdem daerah pemilihan Jatim 1 mengaku pentingnya data Faktual agar kebijakan yang diambil oleh Pemerintah pusat berdampak sehingga angka anak putus sekolah dapat melanjutkan kembali pendidikannya.

“Pentingnya kebijakan yang tepat sasaran agar anak-anak yang putus sekolah dapat kembali bersekolah,”ujar Lita yang juga alumni dari SMA Xaverius 2 Palembang ini.
Selain itu, data Angka Tidak Sekolah (ATS) menunjukkan bahwa 80.794 penduduk di Sumsel belum pernah bersekolah. Lita menekankan pentingnya akurasi data BPS dalam pengambilan kebijakan daerah dan nasional.
BACA JUGA : Data BPS,Terdapat Sekolah Kurang Memadai, SD di Sumsel 53,88 Persen Rusak
“Kami berharap dengan kunjungan ini mendapatkan masukan, data yang akurat dan relevan serta mengetahui kendala yang dihadapi terkait pendidikan di Sumatera Selatan sehingga dapat kami bawa ke DPR dan diperjuangkan” kata Lita saat diwawancarai disela-sela kegiatannya
Pj. Gubernur Sumsel, Elen Setiadi, menyampaikan bahwa kondisi ekonomi di Sumsel cukup stabil, dengan inflasi terkendali dan tingkat kemiskinan yang membaik. Ia juga berharap BPS dapat menjadi mitra dalam pembangunan daerah dan menegaskan bahwa pemerintah kabupaten/kota harus menggunakan data BPS sebagai dasar kebijakan.
Kunjungan ini dihadiri oleh wakil ketua komisi X M.Y. Esti Wijayati & Mahfudz Abdurrahman serta Denny Cagur, H. Muhammad Nur Purnamasidi, Ferdiansyah, H. Moch Iqbal Romzi, Drs. H. Muslimin Bando serta perwakilan dari BPS RI dan Kemendikbudristek.








