oleh

Kades Wanasari Agus Sumardi Diduga Teror Wartawan dan Gelapkan Dana Desa

Lebak, Figurnews.com – Polemik dugaan penggelapan Dana Desa oleh Kepala Desa (Kades) Wanasari, Agus Sumardi, kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, Agus Sumardi diduga melakukan aksi teror terhadap seorang wartawan melalui pesan WhatsApp setelah berita terkait pengelolaan dana desa dipublikasikan.

Dalam pesan WhatsApp tersebut, Agus Sumardi menyatakan, “Nomor Anda sudah saya sebar ke semua mitra saya. Semua mitra saya pengen tahu Anda itu siapa, karena Anda sudah bikin pemberitaan tanpa investigasi di lapangan.” Ia juga mengklaim memiliki dukungan dari tokoh politik, dengan mengatakan, “Saudara saya ring 1 Prabowo Gibran lagi melacak dan sedang pengkaji redaksi yang Anda buat.”

Dugaan Penggelapan Dana Desa

Dugaan penggelapan dana desa berawal dari pembangunan bendungan irigasi di Kampung Cihaneut pada tahun anggaran 2024. Proyek senilai Rp 60.128.100 ini dilaksanakan dengan bantuan dana pribadi seorang warga bernama Atay karena alasan dana desa belum cair. Namun, hingga kini sisa pembayaran sebesar Rp 20 juta kepada Atay belum diselesaikan.

“Atas dasar kebutuhan masyarakat akan pengairan sawah, saya mengeluarkan dana pribadi agar pembangunan berjalan. Pekerjaan pun sudah selesai dan disertifikasi oleh pihak kecamatan. Namun hingga saat ini sisa pembayaran belum dilunasi oleh Agus Sumardi,” jelas Atay.

Agus Sumardi membantah tuduhan ini dan menyebut masalah tersebut sebagai urusan pribadi. “Ini hanya urusan pribadi terkait pinjam dana talang untuk kegiatan pembangunan. Saya siap menyelesaikan masalah ini,” ujar Agus.

Desakan Evaluasi dari Camat dan Bupati

Hingga berita ini ditayangkan, Agus Sumardi belum memenuhi kewajibannya kepada Atay. Masyarakat dan pihak terkait mendesak Camat Cibeber dan Bupati Lebak untuk segera melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap Agus Sumardi agar polemik ini dapat diselesaikan secara transparan.

Kasus ini mencuatkan perhatian lebih besar terhadap tata kelola dana desa dan perlakuan terhadap jurnalis, dengan harapan agar pemerintah segera turun tangan mengatasi masalah tersebut.