Gambar ilustrasi Judol dan Scammer
Jakarta, FigurNews.com– Aparat Penegak Hukum (APH) diminta untuk segera bertindak tegas terhadap seorang pengelola judi berinisial TT yang juga terindikasi sebagai pelaku kejahatan scammer internasional. Hal ini disampaikan oleh seorang narasumber berinisial BN kepada Figurnews.com, Kamis (17/1).
Menurut BN, TT sebelumnya pernah tersangkut kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), namun berhasil lolos dari jerat hukum dengan menggunakan cara-cara yang disebut sebagai “ciduit.”
“Orang ini udah sering kali lolos hukum. Dulu dia tersangkut kasus TPPU, tapi berhasil bebas karena diduga menggunakan pengaruh uang. APH harus segera turun tangan,” ungkap BN yang enggan disebutkan identitasnya.
BN juga mengungkap dugaan baru terkait aktivitas TT. Ia disebut memobilisasi rekening penampung untuk mendukung aksi pemerasan yang dilakukan terhadap sejumlah korban, terutama pengusaha dan pejabat di Tiongkok. Modusnya, TS bersama kelompoknya berpura-pura menjadi pejabat berwenang di Tiongkok dan menekan korban dengan isu-isu hukum palsu.
“Mereka menggunakan database yang berisi informasi para pengusaha atau pejabat yang memiliki masalah tertentu, lalu memeras mereka dengan berpura-pura sebagai aparat di Tiongkok. Korban dipaksa mentransfer uang ke rekening yang sudah disediakan TT,” beber BN.
Menurutnya, praktik ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga menciptakan ketakutan di kalangan korban. Dana hasil pemerasan diduga dialihkan ke berbagai rekening atas nama orang lain untuk mengaburkan jejak keuangan.
Selain itu, BN mengungkap bahwa TT juga membawa masuk sejumlah warga negara asing asal China (chunko) untuk dipekerjakan secara ilegal di Malaysia dan Indonesia. TT bahkan memiliki bisnis berkedok klinik kesehatan di kawasan Pluit, Jakarta Utara, yang diduga menjadi kedok untuk aktivitas ilegal lainnya.
TT disebut merasa aman dari jerat hukum karena mengklaim memiliki jaringan dengan sejumlah petinggi di Kementerian, TNI, dan Polri.
“Dia selalu merasa aman karena ada dukungan dari petinggi-petinggi. Kalau ini dibiarkan, jelas merugikan masyarakat dan mencederai hukum di negara ini,” tegas BN.
Harapan kepada APH
BN mendesak APH untuk segera memeriksa dan menangkap TT serta menindak segala aktivitas ilegal yang dikelolanya. BN berharap tindakan tegas dapat memberikan efek jera kepada pelaku kejahatan serupa.
“Ini adalah ujian besar bagi penegakan hukum di Indonesia. APH harus berani membuktikan bahwa hukum tidak bisa dibeli,” pungkas BN.
Hingga berita ini diterbitkan, TT belum memberikan klarifikasi atas tuduhan yang dilayangkan kepadanya. Tim Figurnews.com telah mencoba menghubungi TS melalui berbagai jalur komunikasi, namun belum mendapatkan tanggapan resmi.








