Palembang,Figurnews.com,-
Pada awal tahun 2022 lalu Kementerian Perhubungan (Kemenhub ) Republik Indonesia (RI) telah meluncurkan angkutan umum atau Oplet Modern atau di kenal dengan Feeder LRT Musi Emas yang terintegrasi dengan antar moda transportasi.
Semakin hari penumpang Feeder ini semakin bertambah, tentu memiliki alasan bagi penumpang mengapa betah ketika menaiki angkutan umum Feeder. Beberapa penumpang yang mengaku sangat nyaman, Murah dan Aman.
Baca juga : Feeder Bakal Berhenti Beroperasi, Pengguna Feeder Berharap agar Pemerintah Segera Ambil Tindakan Tegas
Berkaitan dengan hal tersebut, Feeder LRT Musi Emas yang di bawah naungan Operator PT Transportasi Global Mandiri (TGM) memiliki Teknologi Pintar yang digunakan untuk memonitoring Driver dan Penumpang.
Teknologi pintar yang berikan oleh PT TGM untuk mewujudkan layanan prima bagi penumpang dengan memasang Closed Circuit Television (CCTV ) dan Sensor Peringatan.
“Dalam melayani penumpang ada Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang harus kita jaga seperti tidak memperbolehkan Driver mengemudi secara ugal-ugalan, tidak boleh sambil merokok, tidak boleh mengemudi sambil menggunakan handphone apalagi tidur dan juga mengantuk,”Kata Fajar Manager Operasional PT TGM saat di bincangi wartawan, Senin (30/10/2023).

1.Feeder LRT Musi Emas dipasang Kamera pemantau.
Kamera pertama, yang diletakkan mengarah ke Pramudi (Driver), agar Driver tidak mengemudi sembarangan ketika mengemudi di luar SPM maka sensor akan langsung berbunyi memberikan peringatan. Misalnya, Driver mengantuk ketika sedang mengemudi maka Alarm langsung mengeluarkan suara mengingatkan, mengingatkan Driver untuk segera beristirahat sama halnya juga ketika Driver menggunakan handphone, merokok dan sebagainya yang membuat keamanan dan kenyamanan penumpang terancam.
Kamera kedua, di desain mengarah ke Jalan sehingga akan memudahkan Driver mengatur jarak antara armada satu dengan armada lainnya. Ketika Armada berjarak terlalu dekat maka akan mengeluarkan Alarm. Kemudian, Driver juga di pantau agar mengemudi lebih fokus dan apa bila driver mengemudi tidak wajar seperti manuver (zig-zag) maka Kamera akan mengeluarkan Alarm “hati-hati pertahankan jalur anda” Suara Alarm memberikan peringatan. Driver mengemudi diatas rata-rata (over speed).
Baca juga : Feeder LRT Berhenti Beroperasi, MSP Anggota DPRD Sumsel Berpendapat Akan Merugikan Masyarakat
Feeder tidak memperbolehkan mengemudi diatas 50 Kilometer perjam, ketika kecepatan 45 Kilometer perjam maka sensor Alarm akan berbunyi berupa Speed Warning dan jika tetap di teruskan sampai 50 kilometer perjam maka Alarm mengeluarkan peringatan over speed dan itu langsung terkoneksi dengan kamera pemantau yang di gunakan oleh operator.
Kamera tiga, di Desain yang mengarah ke Penumpang,guna untuk memonitoring penumpang guna untuk menghindari beberapa hal seperti Bentuk kejadian ataupun barang yang tertinggal di dalam Feeder maka Driver akan tahu milik siapa barang tersebut.
2. Teknologi ini juga tidak kalah pentingnya, Panic Button.
Panic Button sebagai sensor keadaan darurat yang berfungsi ketika driver mengalami trouble Armada di jalan. Dengan adanya Teknologi pintar tersebut maka driver cukup menekan tombol maka operator mengetahui kalau Feeder tersebut sedang mengalami trouble dijalan.

3. Global Positioning System (GPS)
Global Positioning System (GPS) guna untuk memudahkan Operator mengetahui posisi kendaraan Feeder. Ketika Driver mengalami Trouble Armada System dengan mudah melacak keberadaan posisi Armada. Selain itu, GPS digunakan untuk mericord kecepatan Driver. Selain itu, Feeder terkoneksi dengan Aplikasi Teman Bus sehingga penumpang bisa mengetahui posisi Feeder.
Baca juga : Meski Masih Ada Tunggakan, Menhub Janjikan akan Tambah Tiga Rute Feeder
4. Terakhir Teknologi yang hanya di miliki oleh Driver PT TGM saja. Dengan adanya Teknologi ini sehingga Feeder tidak bisa dikemudikan oleh sembarang orang. Ketika yang mengemudi bukan Karyawan TGM maka mobil akan mengeluarkan bunyi yang membuat tidak nyaman.
5. Feeder bukan saja di lengkapi Teknologi yang canggih tapi juga memiliki alat Safety yang lengkap. Seperti Alat pemecahan kaca, APAR (Alat Pemadam Api Ringan) atau fire extinguisher, Kotak P3K dan Hand Sanitizer.
Itulah Alasan mengapa ketika menggunakan Transportasi Umum tapi terasa nyaman dan aman seperti Feeder LRT Musi Emas yang ada di Palembang.








