Foto: Plang tanda BBM Pertalite habis di SPBU Kompak PT. Sumber Alam Sejahtera Indah. Kamis, (27/07/2023).
MENTAWAI. FN- Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Tuapeijat habis. Pihak Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU) Kompak PT. Sumber Alam Sejahtera Indah menyampaikan dua kapal tidak beroperasi.
Menurut Admin SPBU tersebut Desi bahwa, BBM habis akibat dua kapal jasa Transportir BBM tidak beroperasi. Satu dari dua kapal tidak beroperasi disebabkan terjangan badai pada Jumat, 14 Juli 2023 lalu.
“Dan satu (kapal-Red) tunggu izin berlayar setelah Docking di Bengkulu,” ujar Desi di Kantor SPBU Kompak PT. Sumber Alam Sejahtera Indah, Jl Raya Tuapeijat Kilometer dua, Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Kamis, (27/07/2023).
Ia mengatakan kapal pengangkut BBM tiba kemaren Senin, 24 Juli 2023. Kapal tersebut membawa solar 10 ton, pertalite 8 ton dan Dexlite 4 ton. Namun berselang sehari BBM telah habis.
Hal itu disebutkan akibat banyaknya jumlah kebutuhan BBM bagi Nelayan di Wilayah SPBU tersebut.
Pihaknya tidak menjelaskan rincian kebutuhan Nelayan tersebut. Pasalnya pengurusan surat Nelayan dari instansi terkait. “Misal, surat ini dikasih atas nama si Bagas, nelayan, khusus dia aja itu,” terangnya.
Desi menambahkan, Delivery Order (DO) tiga kapal dapat berubah tergantung kapasitas muatan kapal. “Rencana sore ini kapal masuk kembali,” sambungnya.
Sementara itu di lain tempat, Maneger SPBU Kompak PT. Sumber Alam Sejahtera Indah, Heri Siregar menyampaikan, belum ada aturan baku terkait pembelian BBM per wilayah. Akibatnya petugas SPBU tidak mampu melarang pembelian dari wilayah lain.
Heri menjelaskan, kebanyakan Masyarakat dari Sipora Selatan membeli BBM disini. Hal itu karena tidak tersedianya BBM jenis pertalite di SPBU lain. “Makanya masyarakat membeli di sini dan membuat BBM cepat habis,” sebutnya.
Terkait pembelian BBM bagi Nelayan, dikatakannya, pihak SPBU menyalurkan BBM Subsidi 40 persen dari jumlah kebutuhan. Misalkan, kebutuhan nelayan 150 liter, maka SPBU menyalurkan 60 liter.
Wartawan: Erik Virmando








