Foto: Sekda Mentawai, Martinus Dahlan bersama Danrem 032 Wirabraja, Brigjen TNI Rayen Obersyl, Dandim 0319 Mentawai, Letkol Inf. Suirwan selaku Dansatgas TMMD ke-116, Danlanal Mentawai, Letkol Laut. Patrisius P Sirait, Kapolres Mentawai, Fahmi Reza dan Kakansar Mentawai, Akmal saat diwawancarai awak Media. Kamis, (08/06/2023).
MENTAWAI. FN– Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-116 di Kepulauan Mentawai saat ini telah berakhir.
Sejak dibukanya TMMD ke-116 pada 10 Mei hingga hari ini Rabu, 08 Juni 2023 telah menyelesaikan kegiatan.
Terdapat 3 Kegiatan Program TMMD ke-116 di Kepulauan Mentawai yaitu Kegiatan Sasaran Fisik, Non Fisik dan Kegiatan Tambahan.
Pertama, kegiatan sasaran fisik antara lain, pembukaan jalan lanjutan 6 kilometer Desa Bukit Pamewa ke Desa Betumonga. Jalan tersebut memiliki lebar 10 meter dan dilengkapi 2 meter parit.
Selanjutnya, pengerjaan relokasi bagi rumah tak layak huni (RTLH) di Dusun Berkat, Desa Tuapeijat, Kecamatan Sipora Utara.
Kedua, kegiatan non fisik Penyuluhan Kesehatan, Hukum dan Agama serta Wawasan Kebangsaan. Kemudian ketiga, kegiatan tambahan rehab Mesjid dan Gereja.
Menurut Sekda Mentawai, Martinus Dahlan, pembukaan jalan dan relokasi 10 unit RTLH tersebut bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mentawai sebesar Rp2 milyar.
Ia mengatakan, Warga Betumonga menuju pusat ibukota, Tuapeijat selama ini melalui transportasi laut.
“Dengan dibukanya jalan in, Masyarakat dapat terbantu, sehingga mampu meningkatkan ekonomi Masyarakat setempat,” ujar Martinus Dahlan usai upacara penutupan TMMD ke-116 di halam Kantor Bupati Mentawai. Kamis, (08/06/2023).
Selanjutnya dengan pembukaan jalan ini memudahkan akses masyarakat untuk membawa hasil bumi atau produk tani lain. Sehingga berdampak bagi peningkatan ekonomi Masyarakat.
Kedepan, Sekda Mentawai itu menyampaikan agar Program TMMD di Kepulauan Mentawai tetap berlanjut.
Wartawan: Erik Virmando













