Palembang,Figurnews.com,–
Sinergi Pemerintah provinsi Sumsel bersama dengan Personel Polda Sumsel mencegah terjadinya Kebakaran hutan dan lahan diwilayah Sumatra Selatan. Rabu (18/05/2023)
Kapolda Sumsel Irjen Pol Albertus Rachmat Wibowo mengatakan kebakaran hutan dan lahan bisa dicegah sejak dini dengan kerjasama semua stakeholder.
“Peralatan, kemampuan personel, metode cara bertindak dan dukungan anggaran masing-masing instansi perlu disinergikan agar dapat dicapai suatu tindakan yang efektif,”katanya
Selain itu, Diperlukan juga Peralatan dan kompetensi personel untuk memadamkan api jika sudah terlanjur api merambat.
“Semua peralatan yang didukung kemampuan taktis, teknis personel yang tinggi, tidak berarti bilamana api sudah membesar,”ujar Kapolda
Untuk itu, Kapolda terus mengintruksikan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mencegah terjadinya Karhutla sejak dini.
“Sosialisasikan pencegahan terjadinya Karhutla, tingkatkan deteksi adanya api, dan padamkan sejak api masih kecil, dengan demikian kita bisa mencegah Karhutla,”tegasnya
Sementara Gubernur Sumsel H Herman Deru pimpin langsung Apel Kesiapan Personil dan Peralatan dalam rangka penguatan Kapasitas Kawasan untuk Pencegahan dan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Kabakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Sumsel Tahun 2023. Apel Kesiapsiaan Bencana Karhuta tersebut digelar di Halaman Griya di Agung Palembang. Rabu, (17/05/2023).
Dalam apel kesiapan siagaan bencana kali ini melibatkan 1.120 personil terdiri dari TNI/Polri, Dinas Perkebunan, Dinas Kehutanan, Dinas Sosial, Dinas Pehubungan, BPBD, Satpol PP, Damkar, Kwarda Pramuka, Dinas Kesehatan, Ketua RPK Sinarmas Group, Balai PPI Karhutla Wilayah Sumsel serta Dinas dan Instansi terkait lainnya.
Baca juga : Karo SDM Melepas 40 Jamaah Haji Polda Sumsel
Herman Deru mengatakan apel kesiapsiagaan ini merupakan tidak lanjut dari status siaga darurat Karhutla yang sudah ditetapkan Pemprov Sumsel pada pertengahan Maret 2023 lalu. Dimana dalam pencegahan dan kesiapsiagaan ini semua elemen diajak untuk tetap bersiaga.
“Alhamdulillah semua pihak peduli terhadap penanganan karhutla ini. Sejak tahun 2020, 2021 dan 2022. Insya Allah tahun 2023 ini kita bisa mengendalikan karhutla sehingga asap tidak menyebar khususnya ke Ibukota Provinsi Sumsel, dimana disitu banyak objek vital lalulintas udara,” harapnya.














