oleh

Jendri Walhis Pendamping Desa Resmi Daftar Calon Wali Nagari Lembah Binuang Aua Kuniang

LEMBIH BINUANG AUA KUNIANG — Jendri Walhis resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon wali nagari Lembah Binuang Aua Kuniang pada Senin pagi (20/7/2026). Pendaftaran dilakukan di sekretariat Panitia Pemilihan Wali Nagari di kantor wali nagari, dan diserahkan didampingi keluarga serta sejumlah perwakilan masyarakat dari Kebun Lembah Binuang dan Bukit Nilam.

Ketua panitia dan anggota langsung memeriksa kelengkapan berkas pendaftaran Jendri Walhis. Setelah pemeriksaan, panitia menyatakan berkasnya lengkap dan memenuhi persyaratan administrasi, sehingga pendaftaran lanjut ke tahapan berikutnya.

“Kami telah menyerahkan seluruh persyaratan sesuai ketentuan. Berkas kami dinyatakan lengkap dan akan menunggu proses penetapan calon tetap,” kata Jendri usai pendaftaran.

Latar Belakang Pengabdian

Dalam wawancara singkat, Jendri menjelaskan latar belakang pengabdiannya di pemerintahan nagari dan kelembagaan setempat. Ia menyebut pengalaman sebagai kepala jorong selama sembilan tahun dan aktif di berbagai peran kelembagaan nagari sejak 2015 sebagai dasar kesiapan memimpin.

“Saya sudah mengabdi panjang di nagari, mulai dari kepala jorong selama sembilan tahun hingga aktif di kelembagaan nagari sejak 2015. Hingga sekarang mengabdikan diri Pendamping Desa yang membina beberapa nagari. Pengalaman itu membuat saya paham betul kebutuhan dan harapan masyarakat,” ujar Jendri.

Visi dan Program Kerja
Jendri memaparkan visi besarnya yakni “Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Nagari Lembah Binuang Aua Kuniang yang Responsif, Tertib Administrasi, Akuntabel, Berkeadilan, Berdasarkan Agama dan Budaya.”

Dari visi itu, ia merinci beberapa misi dan program prioritas yang akan dijalankan apabila dipercaya memimpin nagari.

“Arah kami jelas: pelayanan yang cepat dan ramah, administrasi tertib, serta pengelolaan keuangan yang transparan. Kami juga berfokus pada penguatan lembaga keagamaan, pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi lokal,” kata Jendri didampingi istri, Ratna Wilis.

Program konkret yang disebutkan meliputi digitalisasi layanan nagari, penataan administrasi dan arsip, peningkatan kapasitas aparatur, audit keuangan berkala, pembinaan organisasi keagamaan, serta pengembangan ekonomi kreatif skala lokal melalui pelatihan dan pendampingan.

Strategi Pendanaan dan Efisiensi Anggaran
Jendri turut menyoroti tantangan penurunan pagu anggaran di tingkat nasional yang berdampak pada keuangan nagari.

Untuk itu ia menawarkan solusi melalui efisiensi anggaran, kolaborasi lintas sektor, kerja sama dengan lembaga eksternal, serta pemberdayaan Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) yang mengandalkan kearifan lokal.

“Dengan anggaran yang semakin menantang, kita harus lebih kreatif: memperketat efisiensi, menjalin kolaborasi, dan menggerakkan potensi BUMNag agar menjadi sumber pendapatan berkelanjutan,” jelasnya.

Menjaga Keamanan dan Dukungan Publik
Jendri juga mengimbau seluruh elemen masyarakat menjaga keamanan dan kondusivitas selama proses pemilihan.

Ia menegaskan pelaksanaan pemilihan ini adalah kesempatan memilih putra-putra terbaik nagari untuk masa depan bersama.

“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga keamanan dan kebersamaan. Pilkada nagari ini adalah kesempatan memilih yang terbaik untuk kemajuan bersama — mari kita jalankan dengan damai dan penuh rasa tanggung jawab,” pungkas tamatan SMT Pertanian itu.

Proses selanjutnya adalah verifikasi dan penetapan calon tetap oleh panitia sesuai jadwal pemilihan yang berlaku. Panitia menghimbau kandidat dan pendukung untuk mematuhi semua ketentuan administrasi dan etika kampanye selama masa tahapan.