oleh

2.748 Kendaraan ASN Menunggak Pajak, Pemkab Pasbar Mulai Pemasangan Stiker

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat kemarin resmi membuka “Operasi Stiker Galak” khusus kendaraan ASN. Bukan karena ASN suka ngebut, tapi karena rupanya banyak kendaraan ASN yang suka lupa bayar pajak—sekitar 2.748 unit dari 5.606 kendaraan.

Bisa dibilang, hampir separuh armada ASN lagi ikut “program cicilan pajak tanpa bayar”.

Bapenda dan Samsat turun ke kantor bupati buat patroli ala detektif pajak. Petugas pakai aplikasi Sidatuk, bukan Sidatur-tidur, jadi kalau kendaraan ketahuan menunggak langsung ketahuan, tinggal klik, muncul deh statusnya.

Kalau kena, bukan tilang, tapi dipasangi stiker pengingat. Stiker ini semacam surat cinta: “Bang, kangen dibayar pajaknya.”

Sekretaris Daerah, Doddy San Ismail, ikut apel Senin (6/7) sambil bilang ASN harus jadi teladan. Maksudnya teladan bayar pajak, bukan teladan parkir di samping mesin fotokopi.

Ia berharap ASN nggak cuma teladan dalam hal kerja, tapi juga teladan dalam urusan dompet.

Nursanti dari Bapenda menjelaskan pemasangan stiker ini tahap awal semacam peringatan, bukan intimidasi.

Intinya “Kami nggak mau bikin drama, cuma kasih stiker biar mobilnya sadar.” Bayangkan mobil-mobil itu pulang malam-malam, tiba-tiba ada stiker yang bersuara: “Sayang, ayo lunasin pajakmu.

”Hendri dari Samsat menambahkan bahwa pajak kendaraan itu sumber dana pembangunan, jadi kalau ASN telat bayar, artinya jalan, lapangan, Jembatan hingga sapras umum lainnya jadi mangkrak karena keterbatasan anggaran pembangunannya.

Ia mengimbau ASN jadi contoh bagi masyarakat. Jadi, kalau besok Anda lihat mobil dinas sambil ngedance di kantor, jangan lupa cek apakah ada stiker cinta menempel di kaca sampingnya atau di nopol polisinya.

Nah kalau Anda ASN dan lihat stiker di mobil Anda, jangan marah. Itu cuma tanda bahwa mobil Anda merindukan perhatian dan dompet Anda kangen dikunjungi kantor pajak, setuju kan.