Blitar Jatim. FigurNews.com.
Sebagai daerah penghasil tembakau unggulan, Kabupaten Blitar terus memacu penguatan sektor pertanian. Tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) kembali menghadirkan terobosan dengan memperluas pembangunan infrastruktur yang mendukung peningkatan kualitas dan produktivitas tembakau lokal.
Upaya tersebut diwujudkan melalui serangkaian pembangunan sarana pertanian yang didanai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025. Program ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat fondasi pertanian berbasis komoditas unggulan.
Fasilitas yang dibangun meliputi Jalan Usaha Tani (JUT) dan Jaringan Irigasi Tersier (JIT) di berbagai sentra tembakau, seperti Kecamatan Selopuro, Gandusari, Wates, Panggungrejo, dan Kademangan. Infrastruktur ini diharapkan mempermudah mobilitas petani dan memastikan ketersediaan air irigasi selama masa tanam.
Kepala DKPP Kabupaten Blitar, Ir. Setiyana, M.M., menegaskan bahwa peningkatan sarana pertanian merupakan langkah penting dalam meningkatkan daya saing tembakau lokal. Infrastruktur yang memadai disebut mampu mengoptimalkan proses budidaya hingga meningkatkan kualitas hasil panen.
“Pembangunan JUT dan JIT tidak hanya memperlancar aktivitas petani, tetapi juga menjamin pasokan air irigasi. Selain itu, kami menyalurkan bantuan benih tembakau berkualitas untuk mendukung keberhasilan budidaya,” ujarnya, Selasa (18/11/2025).
Setiyana menjelaskan bahwa setiap proyek pembangunan menerima alokasi anggaran antara Rp150 juta hingga Rp200 juta. Proses pelaksanaannya dilakukan secara swakelola oleh kelompok tani penerima manfaat sehingga hasilnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
“Dana kami transfer langsung ke rekening kelompok tani, sementara tim DKPP rutin melakukan pendampingan agar program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal,” tambahnya.
Ia menilai bahwa penguatan infrastruktur melalui DBHCHT telah memberikan dampak positif yang signifikan, mulai dari meningkatnya efisiensi produksi hingga kualitas tembakau yang semakin baik.
Dengan dukungan sarana yang lebih lengkap, para petani tembakau di Kabupaten Blitar dinilai semakin siap menghadapi musim tanam mendatang, serta berpeluang meningkatkan nilai ekonomi hasil panen mereka. (Adv/Kominfo/Andy)














