Limapuluh Kota (Sumbar), FigurNews.com — Sebulan sudah (Af) mengalami patah tulang hidung yang kini terbaring dengan perawatan yang intensif di RS M. Jamil Padang pasca peristiwa perkelahian siswa SMPN 2 tanggal 16 Agustus bulan lalu. Dan selama itu pula (af) harus meninggalkan bangku pendidikan di sekolah.
Peristiwa tanggal 16 Agustus itu memang membawa duka bagi seluruh penghuni SMPN 2 yang terletak di nagari Suayan kecamatan akabiluru kabupaten Limapuluh Kota ini.
Semua pihak sangat menyayangkan atas peristiwa yang menimpa kalangan siswa SMP itu. Hal yang sebenarnya bisa di antisipasi sejak dini jika pengawasan dan pencegahan kekerasan disekolah benar- benar sudah terlaksana dengan baik.
Pasca peristiwa tersebut, seharusnya pihak SMPN 2 sudah melaporkan hal tersebut pada dinas pendidikan dan kebudayaan. Namun, hingga media ini menyajikan dalam bentuk pemberitaan, belum ada pihak sekolah yang memberitahukan pada dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Limapuluh Kota.
Hal tersebut disampaikan Ali Hasan dengan nada sedikit kaget setelah media ini mengkonfirmasikan melalui telpon seluler Rabu malam (17/9/25) yang mengatakan,
“Saya belum tau persoalan ini dan setahu saya belum ada laporan dari pihak sekolah ke dinas,”ujar Ali Hasan Kabid Kebudayaan yang kini jadi plt Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Limapuluh Kota.
Yang saya pertanyakan pak Sekretaris, karena kejadian tersebut saat berada di sekolah, apa bentuk pertanggung jawaban dari pihak sekolah pada korban? ucap media ini pada Ali Hasan,
“Nanti akan saya hubungi kepala SMPN 2 tersebut,”ujar plt itu.
Afdal kepala sekolah saat dikonfirmasikan media ini melalui pesan WhatsApp (17/9/25),
Assalamualaikum pak kepsek.
Apa benar (Af) patah hidung murid SMPN 2 suayan pak, tanya media ini.
Waalaikumussalaam, maaf pak, saya baru pulang dari rumah orang tua.
“Iya, jawab kepsek.
Setelah peristiwa itu, apokah bapak selaku kepala sekolah sudah memberi tahu atau sudah melaporkan ke dinas pendidikan? Tanya media ini lagi.
“Sudah melalui pengawas manajerial,”ucap kepsek SMPN 2 itu.
Sementara ayah korban saat dikonfirmasikan media ini melalui telpon seluler (1/)9/25) mengatakan,
“Awal kejadian kami tidak mengetahui kejadian ini, isteri saya diberi tahu pihak sekolah setelah (af) dirawat di RSUD Adnan WD.
“Pihak sekolah memang ada memberi kami bantuan, awal keberangkatan ke RS M. Jamil kami diberi uang Rp. 300 ribu, seminggu kami berada dirumah sakit kami diberi lagi uang 200 ribu rupiah,” ujar ayah korban.
Lalu bagaimana biaya keseharian selama merawat (Af) di rumah sakit, tanya media ini.
“Kami hanya dibantu oleh pihak keluarga,”ujar ayah korban itu.
Dilain tempat, Bupati Limapuluh Kota (Safni) saat dihubungi media ini mengaku tidak mengetahui persoalan ini dan berjanji akan menghubungi Kepala Dinas Pendidikan. (FN 053)








