oleh

Rumah Baca : Ruang Belajar Baru untuk Anak-Anak Nagari Durian Tinggi

Penulis :

Addina Zulkifli

Indah Permata Sari

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Andalas (Unand) Padang yang ditempatkan di Nagari Durian Tinggi Kecamatan Lubuk Sikaping Gelar program kerja yang penuh kehangatan serta kepedulian terhadap masyarakat.

Program yang baru saja terselenggara pada Sabtu, 9 Agustus 2025 lalu adalah Rumah Baca, sebuah inisiatif dari Abdul Razak, mahasiswa Sastra Indonesia, dengan dukungan penuh seluruh anggota KKN Durian Tinggi.

Program Rumah Baca ini hadir sebagai wadah pembelajaran non-formal yang ditujukan bagi anak-anak di sekitar posko KKN.

“Tujuannya sederhana namun bermakna besar, yakni mengajarkan kemampuan membaca yang baik dan benar, sekaligus memberikan ruang belajar produktif di luar sekolah formal. Kegiatan ini dipusatkan di rumah Datuk Majolelo Batuah di Jalan Tuanku Rao.

Rumah Baca dilaksanakan setiap sore mulai pukul 16.00 WIB di hari sabtu dan minggu, tepat setelah salat Asar, hingga menjelang Magrib. Dalam kurun waktu dua jam tersebut, suasana rumah yang biasanya hanya digunakan sebagai posko berubah menjadi ruang belajar penuh semangat. Tercatat sekitar 12 siswa dari berbagai tingkatan sekolah ikut serta secara rutin.

Kehadiran mereka menambah warna dan keceriaan tersendiri di tengah kesibukan mahasiswa KKN menjalankan program-program lain.

Abdul Razak sebagai penggagas utama merasa bahagia dan terharu melihat antusiasme anak-anak. Baginya, semua persiapan panjang yang dilakukan terbayarkan oleh semangat belajar mereka.

“Saya benar-benar senang, usaha untuk menyiapkan rumah baca ini akhirnya terwujud, dan anak-anak pun tampak antusias mengikuti. Itu menjadi kepuasan tersendiri bagi saya,” ungkapnya dengan senyum penuh syukur.

Ketua KKN Durian Tinggi, Diko, juga menuturkan alasan di balik lahirnya program Rumah Baca ini. Menurutnya, banyak anak-anak di sekitar posko yang menghabiskan waktu bermain tanpa aktivitas yang lebih produktif.

“Anak-anak di sekitar ko wak caliak masih kurang kegiatan yang produktif dan positif, sedangkan mereka suko pai main kasiko. Jadi akan lebih bagus kalau awak yang merangkul mereka memanfaatkan waktunyo,” ujar Diko dengan penuh rasa haru.

Persiapan untuk menyelenggarakan Rumah Baca tidaklah singkat. Mahasiswa KKN melakukan berbagai langkah, mulai dari meminjam buku ke perpustakaan daerah, mencari data mengenai

anak-anak yang putus sekolah di Nagari Durian Tinggi, hingga melakukan sosialisasi dengan mendatangi rumah-rumah warga. Semua itu dilakukan dengan penuh kesungguhan agar program ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata.

Kehadiran Rumah Baca disambut hangat oleh anak-anak maupun orang tua mereka. Abian, salah satu peserta, mengaku gembira karena kini ia memiliki kegiatan baru yang bermanfaat.

“Biasanya saya hanya main lari-larian di depan posko, tapi sekarang bisa belajar sama kakak-kakak KKN,” ungkapnya polos.

Rasa syukur juga datang dari orang tua Abian yang merasa lebih tenang karena waktu bermain anaknya kini diisi dengan kegiatan belajar yang aman sekaligus menyenangkan.

Materi pembelajaran di Rumah Baca sangat beragam. Anak-anak tidak hanya diajarkan membaca dan menulis, tetapi juga berhitung, berbahasa Inggris, bahkan menghafal Al-Qur’an.

Metode pembelajaran yang digunakan pun bervariasi, mulai dari membaca dongeng, buku cerita, hingga permainan edukatif yang membuat anak-anak betah.

Indah, salah seorang mahasiswa yang mengajar membaca, mengaku senang karena murid-muridnya, seperti Azka, Rindu, dan Malik, menunjukkan semangat belajar yang luar biasa. “Saya bahagia bisa mengajarkan mereka, apalagi mereka juga memberikan energi positif dengan antusiasme yang tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Hana yang bertugas mengajarkan berhitung juga merasakan hal yang sama, begitu pula dengan Alif yang berperan sebagai “ustadz dadakan” dalam menerima hafalan Al-Qur’an dari anak-anak.

Setiap sesi Rumah Baca diakhiri dengan pembagian hadiah kecil berupa snack kepada peserta. Abdul Razak bersama teman-temannya membagikan reward tersebut sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi anak-anak, sekaligus motivasi agar mereka terus bersemangat belajar. Walaupun sederhana, hadiah kecil itu disambut dengan sorak gembira dan senyum puas dari anak-anak.

Bagi mahasiswa KKN Durian Tinggi, terselenggaranya Rumah Baca merupakan pencapaian yang membanggakan. Mereka menyadari bahwa hasilnya mungkin tidak dapat dilihat secara instan, namun kepedulian ini adalah investasi penting bagi masa depan generasi muda.

Program ini membuktikan bahwa peran kecil mahasiswa dapat memberikan dampak nyata dalam mendukung kemajuan nagari, sekaligus mencerminkan kepedulian anak muda terhadap penerus bangsa.

Rumah Baca bukan hanya sekadar program kerja KKN, melainkan sebuah bukti nyata bahwa pendidikan bisa hadir dengan cara sederhana, dekat dengan masyarakat, dan menyentuh hati anak-anak.

Dari kegiatan ini, terlihat jelas bahwa semangat belajar tidak pernah padam selama ada pihak yang peduli untuk menyalakan kembali cahaya pengetahuan di tengah-tengah mereka.