Blitar Jatim. FigurNews.com
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Blitar mengambil langkah strategis dalam mendongkrak sektor pertanian tembakau dengan memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2025. Dana yang diperoleh dari kontribusi cukai hasil tembakau ini dialokasikan secara khusus untuk membangun infrastruktur vital yang akan mendukung produktivitas petani tembakau di wilayah Kabupaten Blitar.
Salah satu program unggulan DKPP tahun ini adalah pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) dan Jaringan Irigasi Tersier (JIT) yang tersebar di sejumlah kecamatan sentra pertanian tembakau. Infrastruktur ini diharapkan menjadi tulang punggung dalam memperlancar akses petani menuju lahan pertanian sekaligus memastikan ketersediaan air irigasi yang memadai.
Kepala DKPP Kabupaten Blitar, Toha Mashuri, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut merupakan upaya nyata untuk mendongkrak kualitas dan kuantitas hasil panen tembakau. Selain fokus pada pembangunan fisik, DKPP juga memberikan bantuan benih tembakau unggulan yang berkualitas, sehingga petani bisa menghasilkan tembakau yang lebih baik dan sesuai standar pasar.
“Pembangunan JUT dan JIT ini merupakan prioritas utama kami. Infrastruktur ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas lahan dan memastikan ketersediaan air selama masa tanam, yang sangat krusial untuk pertumbuhan tembakau. Di samping itu, bantuan benih berkualitas juga kami salurkan agar para petani dapat memproduksi tembakau dengan mutu terbaik,” ujar Toha Mashuri saat ditemui di kantor DKPP, Selasa (O1/O7/2O25).
Lebih lanjut, Kepala Bidang Prasarana Pertanian DKPP, Matsafii, mengungkapkan bahwa total terdapat 13 titik pembangunan infrastruktur yang tersebar di kecamatan Selopuro, Gandusari, Wates, Panggungrejo, dan Kademangan. Dari 13 titik tersebut, enam lokasi difokuskan untuk pembangunan Jalan Usaha Tani dan tujuh lokasi untuk pembangunan Jaringan Irigasi Tersier.
“Keberadaan JUT sangat penting untuk memastikan akses petani ke lahan pertanian tetap lancar, terutama saat musim panen dan pengangkutan hasil. Sedangkan JIT berperan besar dalam memastikan suplai air yang cukup dan merata bagi tanaman tembakau. Dengan kedua fasilitas ini, efisiensi dan produktivitas pertanian diharapkan meningkat signifikan,” jelas Matsafii.
Dalam pelaksanaan program ini, setiap titik pembangunan mendapatkan alokasi dana antara Rp150 juta hingga Rp200 juta. Menariknya, seluruh proyek ini dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok tani penerima manfaat. DKPP melakukan pendampingan ketat serta pengawasan langsung agar dana yang disalurkan tepat sasaran dan pembangunan berjalan sesuai target.
“Kami memastikan dana langsung masuk ke rekening kelompok tani agar transparansi terjaga. DKPP juga rutin melakukan monitoring dan evaluasi agar manfaat dari pembangunan ini benar-benar dirasakan oleh para petani di lapangan,” pungkas Matsafii.
Dengan langkah strategis ini, DKPP Kabupaten Blitar berharap sektor pertanian tembakau dapat terus tumbuh dan berkontribusi positif bagi perekonomian daerah. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, pembangunan infrastruktur ini juga diharapkan dapat menjaga kelestarian pertanian tembakau yang selama ini menjadi ikon Kabupaten Blitar. (Andy/Kmf/Adv)








