oleh

Banjir Terbesar di Mapaddegat Selama 5 Dekade Terakhir

Foto: Suasana banjir di Puskesmas Mapaddegat. Sumber foto: WAG Informasi Mentawai. Selasa, (10/06/2025). 

MENTAWAI. FN– Peristiwa banjir besar melanda sejumlah titik di Mapaddegat selama 5 dekade atau 50 tahun terakhir. Hal itu memicu kekhawatiran sejumlah warga setempat.

Intensitas hujan selama 24 jam lebih itu memicu banjir setinggi 30 sampai 120 centi meter di sejumlah titik. Salah satunya di Puskesmas Mapaddegat.

Kepala Desa Tuapejat, Pusuibiat T Oinan menyebutkan, banjir tersebut adalah banjir terbesar selama 5 dekade terakhir. “Selama saya hidup, atau sejak 52 tahun terakhir ini adalah banjir terbesar,” ungkap Kepala Desa itu di kantornya hari ini Rabu, (11/06/2025).

Sebelumnya di tahun 2024, Mapaddegat juga mengalami banjir serupa. Namun ketinggian banjir lebih parah terjadi pada tahun ini.

Ia menambahkan, tingginya air saat banjir telah mencapai Puskesmas Mapaddegat setinggi lutut orang dewasa.

Banjir sebagai akibat meluapnya aliran sungai berasal dari Desa Sidomakmur, SP-2 itu juga disebabkan oleh tertutupnya muara laut di Mapaddegat, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara.

Selain itu juga akibat adanya pepohonan yang tumbuh di pinggiran aliran sungai sehingga membuat jalur arah muara menyempit. Maka melalui itu perlunya normalisasi jalur aliran sungai.

Saat banjir, Kepala Dusun dan sejumlah Warga Mapaddegat bergotong royong membuka muara sebagai jalur aliran air sungai ke laut.

Kepala Dusun Mapaddegat, Hendri Pogos Munte menyampaikan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir tersebut. Namun banjir di wilayahnya mengakibatkan 104 rumah terendam banjir.

Sebagai akibat banjir tersebut peralatan rumah warga setempat terendam banjir. Meski sebagian peralatan dapat diselamatkan.

Ia berharap kedepan adanya pembuatan jalur muara yang bersifat permanen. Sehinga ketika hujan air sungai dapat mengalir secara optimal.

Ia menjelaskan, muara sebagai pembuangan air sungai ke laut sangat berpenguruh terhadap kondisi terjadinya banjir di Mapaddegat. Sehingga pentingnya muara sungai yang permanen.

“Untuk menjaga itu harus dibikin muaranya permanen, supaya dia (Air-Red) tidak terutup, kedua saluran anak-anak sungai, harus dibersihkan dan dibesarkan,” terang Kepala Dusun itu. Kemudian diarea Puskesmas disebutkan belum terdapat jalur pembuangan air.

Pihak Desa Tuapejat dikatakan telah berkoordinas dengan Bupati Mentawai, Rinto Wardana agar dibangun parit tempat pembuangan air di area Puskesmas Mapaddegat.