oleh

Ratusan Murid SDN 13 Tuapejat Tampil pada HKB 2025

Foto: Bupati Mentawai, Rinto Wardana saat menyalami sejumlah murid SDN 13 Tuapejat usai tampil pada acara HKB 2025. Sabtu, (26/04/2025).

MENTAWAI. FN- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mentawai memperingati hari HKB tahun 2025 di lapangan bola kaki, Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara. Sabtu, (26/04/2025).

Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) tahun 2025 tersebut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat serta forum kebencanaan.

HKB tahun 2025 dengan agenda simulasi penguatan diri dan evakuasi mandiri bencana gempa bumi dan tsunami diperankan oleh murid SDN 13 Tuapejat. Terlihat ratusan murid dan guru melakukan mitigasi bencana saat gempa bumi dan tsunami terjadi. Setelah itu, forum Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dan guru memandu murid melakukan evakuasi ke tempat ketinggian.

Pada sambutannya, Bupati Mentawai, Rinto Wardana Samaloisa menyampaikan kegiatan ini penting dilakukan mengingat Mentawai sebagai daerah rawan bencana gempa bumi. Sehingga kesiapsiagaan bencana perlu ditingkatkan kembali. “Masalah ini akan datang kapan saja, tanpa kita rencanakan,” ujar Rinto.

Menurutnya, simulasi hari ini dilakukan secara terencana. Tentunya evakuasi yang dilakukan dapat berjalan tertib sesuai rencana. Namun sebaliknya, apabila ini tidak terencana tentu hasilnya berbeda.

Maka melalui itu Rinto menyarankan agar dibangun alat sirine di lokasi-lokasi yang dapat didengar masyarakat banyak. Selanjutnya, jalur-jalur evakuasi tsunami dapat diselesaikan. Sehingga masyarakat tahu rute yang dilalui saat gempa bumi dan tsunam terjadi.

Hal itu dapat dipengaruhi oleh kondisi jalan yang sempit. Menurutnya, penumpukan kendaraan disertai kepanikan dapat menimbulkan korban jiwa.

Ia menjelaskan, sosialisasi kesiapsiagaan bencana perlu didukung dengan alat peringatan disetiap lokasi yang tepat. “Ketika sirine berbunyi, warga dapat lari kemana (jalur evakuasi-Red), sehingga masyarakat tidak bingung mau lari kemana,” terangnya.

Melalui simulasi itu, pihak kebencanaan juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan kendaraan seperti mobil disaat evakuasi. “Disaat macet-macetan tsunami sudah menghantam kita, makanya ketika ada tsunami jangan bawa kendaraan, langsung lari,” paparnya.

Bupati Mentawai itu menghimbau agar masyarakat lebih mengutamakan nyawa dari pada harta benda apabila gempa bumi dan tsunami terjadi.