Palembang,Figurnews.com,-
(BI) Sumsel mencatat Pengguna baru Qris atau keuangan digital di Sumatera Selatan melampaui target. Tercatat mencapai 1.301.999 hingga Desember 2023 atau 103,22 Persen (yoy). Rabu (28/02/2024).
Menurut Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Ricky P Gonzali menjelaskan bahwa pada saat covid-19 Indonesia pada posisi baik dan bisa melakukan rebond atau tumbuh recovery secepat seperti saat ini dikarenakan sistem pembayaran Qris
“Pada tahun 2019 kita mulai Perkembangan transportasi sistem pembayaran jadi pada saat itu ada gofood,Gosend dan sebagainya digitalisasi disemua sektor dan perbankan juga ada mobile banking, ada link tahun berikutnya Indonesia diserang covid-19 sampai jeblok,”katanya pada saat paparan pada kegiatan Capacity Building dihotel Kimaya Braga Bandung beberapa waktu lalu.
BACA JUGA : Disaksikan Stakeholder Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel Luncurkan LPI 2023
Meski Demikian, Kata Ricky, berkat Qris transaksi ekonomi terus berjalan. Sejatinya transaksi ekonomi ini berjalan antara penjual dan pembeli bertemu, namun pada saat covid-19 transaksi sangat terbatas,nah dengan adanya sistem pembayaran Qris maka perekonomian berjalan lancar.
“Karena covid-19 tidak bisa bertemu dengan adanya transaksi digital maka perekonomian tetap berjalan,”ucapnya
BACA JUGA : Hadirnya Kereta Cepat Whoosh Berdampak Pertumbuhan Ekonomi
Berkaitan dengan hal tersebut, BI terus mendorong Pembayaran digital dengan penggunaan Qris. Hingga Desember 2023, Pengguna QRIS di wilayah Sumatera Selatan mencapai 1.301.999 atau terjadi penambahan 510.361 pengguna baru sepanjang tahun 2023.
Selain itu, jumlah merchant pengguna QRIS tembus di angka 780.886 merchant atau bertambah sebesar 163.005 merchant selama tahun 2023.
BACA JUGA : Alasan Tempat Wisata Bandung Ramai Pengunjung dan Patut di Contoh Kota Lain
Sejalan dengan pertumbuhan pengguna dan merchant tersebut, sepanjang tahun 2023 volume transaksi QRIS juga mencapai 21.493.649. Jumlah ini jauh melampaui target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia atau sebesar 160% dari target.
Dengan terus berkembangnya sistem transaksi digital yang praktis, Bank Indonesia juga meluncurkan BI Fast yang saat ini sudah mencapai ratusan perbankan bekerjasama.














