oleh

Pemimpin Muda dan Jurnalis: Wisnu A. Utama Mendaftar sebagai Bakal Calon Wali Nagari Ophir

Ophir, Pasaman Barat — Dengan dukungan teman sejawat jurnalis dan relawan, Wisnu A. Utama resmi mendaftar sebagai bakal calon Wali Nagari Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, pada Jumat (17/7).

Langkah itu menandai awal kiprahnya dalam kontestasi Pilwana Pasaman Barat 2026, yang saat ini memasuki masa pendaftaran calon di 87 nagari.

Pemuda energik berstatus kepala keluarga dua anak ini bukan wajah baru di lingkungan publik. Berbekal pengalaman panjang di organisasi kepemudaan sebagai Ketua Karang Taruna Ophir dan kiprah jurnalistik yang dekat dengan Pemkab, DPRD, TNI, dan Polri, Wisnu dikenal luas mulai dari tingkat akar rumput hingga pemerintahan daerah.

“Saya melihat banyak hal yang perlu dibenahi di Nagari Ophir. Dengan sinergi dan kebersamaan di tengah keberagaman, saya yakin pelayanan publik akan meningkat dan nagari ini bisa lebih maju,” ujar Wisnu, yang datang mendaftar didampingi sejumlah kolega jurnalis dan aktivis pemuda.

Jejaring luas dan aksi sosial

Sebagai Ketua Karang Taruna, Wisnu aktif menginisiasi berbagai kegiatan sosial dan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat kabupaten dan provinsi.

Aksesnya ke kalangan pemerintahan dan aparat keamanan kerap mempermudah koordinasi program-program kemasyarakatan, sehingga namanya populer tidak hanya di level elit tetapi juga di kalangan masyarakat bawah.

Dengan modal jaringan yang kuat, Wisnu berharap dapat membangun sinergi berkelanjutan antara masyarakat dan pemerintah.

“Nagari Ophir punya potensi sumber daya manusia yang besar. Jika dikelola dengan gotong royong, saya yakin kemajuan bisa dicapai bersama,” tambahnya.

Tahapan Pilwana 2026

Pemkab Pasaman Barat menyelenggarakan Pilwana 2026 di 87 nagari untuk memilih wali nagari definitif. Pendaftaran bakal calon dibuka hingga 20 Juli 2026.

Rangkaian pemilihan akan dilaksanakan secara elektronik (e-voting) pada September dan Oktober 2026.

Kepada pemilih di Nagari Ophir, Wisnu berpesan agar memilih berdasarkan visi yang jelas dan rekam jejak nyata.

“Jangan pilih hanya karena kedekatan politik; lihat kemampuan dan komitmen terhadap pelayanan publik,” ujarnya.

Dengan pendaftaran yang didampingi teman sejawat jurnalis, Wisnu berupaya menegaskan komitmennya pada transparansi dan keterbukaan.

Tim pendaftaran menyatakan akan melanjutkan sosialisasi dan konsolidasi hingga masa pencalonan ditutup.