oleh

Muhammad Oyon, Dari Alim Ulama, Bamus Hingga Panggung Pilwana Lingkuang Aua Koto Dalam

Pasaman Barat, Figurnews—

Nama Muhammad Oyon kini menjadi perhatian dalam kontestasi Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Lingkuang Aua Koto Dalam tahun 2026. Sosok yang selama ini dikenal sebagai montir sepeda motor sekaligus mantan teknisi klub motorcross KAMI MOTOR itu resmi maju sebagai calon Wali Nagari, membawa semangat perubahan dari pengalaman hidup yang tumbuh dari kerja keras dan kedekatan dengan masyarakat.

Oyon, yang berusia 43 tahun, bukan figur baru di lingkungan pemerintahan nagari. Ia saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Musyawarah (Bamus) Nagari Lingkuang Aua Koto Dalam.

Dari posisinya itu, ia dinilai memahami langsung denyut persoalan masyarakat, mulai dari kebutuhan pelayanan publik hingga tantangan pembangunan di tingkat nagari.

Langkah Oyon maju dalam Pilwana 2026 disebut bukan sekadar ambisi politik, melainkan dorongan dari masyarakat yang selama ini mengenalnya sebagai sosok sederhana, komunikatif, dan dekat dengan warga.

Dukungan itu juga terlihat saat proses pendaftaran calon Wali Nagari, ketika ia diantar oleh keluarga, sanak famili, tokoh masyarakat, dan bundo kanduang.

“Terima kasih kepada keluarga, sanak famili, tokoh masyarakat, dan bundo kanduang yang telah meluangkan waktu mengantarkan saya mendaftar sebagai calon Wali Nagari Lingkuang Aua Koto Dalam,” ujar Oyon usai berkas pencalonannya dinyatakan memenuhi syarat.

Berkas pendaftaran Oyon diperiksa oleh Ketua Panitia Pemilihan Wali Nagari Lingkuang Aua Koto Dalam, Rinaldi Roza, SE, MM, bersama anggota panitia Surya Elfidawati dan Mittra Bunda.

Setelah pemeriksaan dilakukan, dokumen yang diserahkan dinyatakan lengkap dan memenuhi persyaratan administratif.Dalam suasana penuh kekeluargaan itu, Oyon juga menyampaikan ajakan kepada masyarakat agar tidak menyia-nyiakan hak pilih pada hari pemungutan suara.

Ia menegaskan bahwa partisipasi warga menjadi penentu arah kepemimpinan nagari ke depan.

“Kedepannya kita bersama-sama memberikan hak suara di TPS nantinya. Jangan golput, karena satu suara menentukan Wali Nagari kita tercinta ini,” tegasnya.

Visi religius dan berbudaya

Dalam pencalonannya, Oyon mengusung visi terwujudnya Nagari Lingkuang Aua Koto Dalam yang religius, berbudaya, transparan dalam tata kelola pemerintahan, berkelanjutan dalam pembangunan, serta berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Visi itu diterjemahkan ke dalam sejumlah misi yang menekankan penguatan kehidupan masyarakat religius, pelestarian adat dan budaya nagari, serta tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan profesional.

Ia juga menempatkan pelayanan publik gratis dan pengelolaan aset nagari sebagai bagian penting dari agenda pembenahan pemerintahan.

Selain itu, Oyon menaruh perhatian besar pada pemerataan pembangunan yang berkelanjutan sesuai kebutuhan masyarakat.

Ia juga mendorong pemberdayaan warga melalui pengembangan ekonomi lokal, UMKM, pertanian, peternakan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Dari bengkel menuju pengabdian. Majunya Oyon ke gelanggang Pilwana memberi warna tersendiri bagi dinamika politik nagari.

Latar belakangnya sebagai montir menjadikannya figur yang tumbuh dari bawah, terbiasa menghadapi persoalan praktis, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Pengalaman itu, menurut banyak warga, menjadi modal penting dalam memimpin nagari yang membutuhkan pemimpin responsif, terbuka, dan peka terhadap kebutuhan masyarakat.

Dari bengkel hingga ruang musyawarah, Oyon kini melangkah lebih jauh untuk mengabdikan diri di panggung kepemimpinan nagari.

Dengan modal pengalaman organisasi, dukungan keluarga, serta hubungan yang kuat dengan masyarakat, Muhammad Oyon menjadi salah satu figur yang patut diperhitungkan dalam Pilwana Lingkuang Aua Koto Dalam 2026.