Kabupaten Semarang, FigurNews.com – Di balik seragam loreng dan semangat pengabdian yang ditunjukkan para prajurit TNI dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Kodim 0714/Salatiga di Desa Cukil, Kecamatan Tengaran, tersimpan kisah haru tentang kerinduan seorang ayah kepada buah hatinya yang harus ditinggalkan demi menjalankan tugas negara.
Salah seorang anggota Satgas TMMD, Kopda Ridwan, mengaku harus rela berpisah sementara dengan keluarga selama mengikuti pelaksanaan TMMD. Padatnya aktivitas di lokasi pembangunan membuatnya belum memiliki kesempatan untuk bertemu dengan anak yang selalu dirindukannya, Sabtu (18/7/2026).
Meski demikian, kerinduan tersebut sedikit terobati setiap kali ia berinteraksi dengan anak-anak dan balita di Desa Cukil. Kepolosan, tawa riang, dan tingkah lucu mereka menjadi hiburan yang mampu mengusir lelah setelah seharian bekerja membangun desa.
Di sela waktu istirahat, sejumlah balita tampak akrab menghampiri para anggota Satgas. Tanpa rasa canggung, mereka mengajak berbincang, bermain, bahkan meminta digendong. Momen sederhana itu menghadirkan senyum tulus di wajah para prajurit yang jauh dari keluarga.
Kopda Ridwan mengaku setiap kali menggendong seorang balita, pikirannya langsung teringat kepada anaknya di rumah yang usianya tidak jauh berbeda. Kerinduan yang selama ini dipendam seolah sedikit terobati melalui kebersamaan dengan anak-anak desa.
“Melihat mereka bermain dan tertawa membuat saya teringat anak di rumah. Rasa rindu itu tentu ada, tetapi tugas harus tetap kami jalankan dengan penuh tanggung jawab. Semoga setelah tugas selesai, saya bisa segera berkumpul kembali dengan keluarga,” ungkap Kopda Ridwan.
Kedekatan yang terjalin antara personel Satgas TMMD dan masyarakat menjadi salah satu nilai penting dalam pelaksanaan program tersebut. TMMD tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur, tetapi juga membangun hubungan emosional yang erat antara TNI dan rakyat melalui interaksi yang penuh kehangatan.
Warga Desa Cukil pun menyambut baik kehadiran para prajurit. Mereka menilai anggota Satgas tidak hanya bekerja membangun jalan dan fasilitas umum, tetapi juga mampu menciptakan suasana kekeluargaan. Anak-anak desa terlihat semakin akrab dengan para prajurit yang dikenal ramah, sabar, dan penuh kasih sayang.
Bagi Kopda Ridwan dan anggota Satgas lainnya, senyum dan tawa anak-anak Desa Cukil menjadi penyemangat sekaligus pengobat rindu kepada keluarga yang menunggu di rumah. Meski harus menunda kebersamaan dengan orang-orang tercinta, mereka tetap menjalankan tugas dengan penuh dedikasi demi menyukseskan TMMD Reguler ke-129.
Di balik setiap tetes keringat yang tercurah dan setiap pembangunan yang dikerjakan, tersimpan pengorbanan para prajurit yang rela menahan rindu demi mewujudkan pengabdian kepada bangsa, negara, dan masyarakat. Kisah sederhana ini menjadi bukti bahwa di balik seragam TNI, ada hati seorang ayah yang selalu merindukan keluarganya, namun tetap mengutamakan tugas untuk negeri.
#. Kodim 0714/Salatiga








