Figurnews.com– Pemerintah Desa Batu Kuning Kecamatan Pasar Manna Kabupaten Bengkulu Selatan menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Desa (BLT) Desa Desa (DD) untuk bulan juni di Tahun Anggaran 2026. Jumat (4/06/2026.)
Yang mendapatkan bantuan BLT ini sebanyak 5 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Masing- masing KPM mendapatkan bantuan sebesar Rp. 300.000,-.
Untuk Penyalurannya kepela desa beserta perangkat desa batu kuning mendatang langsung kerumah kelurga penerima manfaat.
Kepala Desa Batu Kuning, Melyan, mengatakan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah bukan untuk membuat masyarakat bergantung pada bantuan sosial. Menurutnya, keberlanjutan program BLT sangat bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.
![]()
“Penyaluran BLT ini bukan untuk membuat masyarakat terlena dengan bantuan. Belum tentu program ini akan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya karena tergantung kebijakan pemerintah pusat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban hidup masyarakat,” ujar Melyan.
Ia juga mengimbau para penerima agar menggunakan bantuan tersebut untuk kebutuhan yang benar-benar prioritas.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sesuai kebutuhan keluarga masing-masing. Jangan digunakan untuk memenuhi keinginan, tetapi untuk kebutuhan yang mendesak,” tambah kades.
Program BLT Dana Desa ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan ekstrem di tingkat desa. Adapun prioritas penerima bantuan meliputi keluarga miskin atau tidak mampu yang berdomisili di desa setempat, lanjut usia (lansia) yang hidup sebatang kara, penyandang disabilitas, keluarga yang memiliki anggota dengan penyakit kronis atau menahun, serta warga yang tidak sedang menerima bantuan sosial sejenis dari pemerintah pusat.
Melyan berharap bantuan yang diberikan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang tahun ajaran baru yang biasanya diiringi dengan meningkatnya kebutuhan rumah tangga.
“Semoga bantuan ini dapat sedikit meringankan beban hidup masyarakat dan membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih saat ini sudah memasuki tahun ajaran baru yang tentu membutuhkan biaya lebih besar,” pungkasnya (ADV)








