Palembang, Figurnews,— Kelancaran distribusi pupuk bersubsidi serta stabilitas harga gabah menjadi faktor penting dalam mendorong produktivitas pertanian di Sumatera Selatan. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Rembuk Tani bersama PT Pupuk Sriwijaya Palembang yang dihadiri Gubernur Sumsel H. Herman Deru dan Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, di Ballroom Pusri Palembang, Jumat (1/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan memastikan bahwa penyaluran pupuk di wilayah Sumsel berjalan optimal dan tepat sasaran. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan hasil produksi pertanian, sekaligus memberikan kepastian bagi petani dalam mengelola usaha taninya.
“Pupuk di Sumsel, alhamdulillah, lancar. Harga gabah juga sudah di angka Rp6.500. Diskon pupuk diberikan langsung atas perintah Bapak Presiden kita,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa harga gabah yang diterima petani telah sesuai dengan ketetapan pemerintah, sehingga memberikan nilai jual yang layak bagi para petani di daerah.
“Harga gabah sudah Rp6.500 dan diterima petani juga Rp6.500. Oleh karena itu, kita berterima kasih kepada Presiden RI, Prabowo Subianto,” tambahnya.
Keberhasilan Sumatera Selatan dalam menjaga surplus beras turut mendapat perhatian. Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari peran kepemimpinan daerah yang mampu menggerakkan sektor pertanian secara konsisten.
“Saya lihat Gubernur Sumsel ini sangat hebat, bekerja keras luar biasa. Sumsel bisa surplus beras dan menjadi salah satu daerah penyumbang pangan terbesar di Indonesia,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan optimisme terhadap target swasembada pangan nasional yang terus didorong melalui berbagai program strategis pemerintah.
“Pada tahun 2025, kita surplus beras 4,2 juta ton, dan Sumsel menjadi salah satu penyumbangnya. Terima kasih kepada Gubernur Sumsel atas kontribusinya,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Herman Deru menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam memperkuat ketahanan pangan melalui peningkatan produksi serta dukungan berkelanjutan terhadap petani.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan seperti PT Pupuk Sriwijaya Palembang dalam menjaga kesinambungan sektor pertanian di Sumsel.








