Pasaman Barat – Bayangkan dendam membara karena upah Rp8 juta tak dibayar, berujung pembunuhan kejam di dini hari! Polres Pasaman Barat menggegerkan dengan rekonstruksi mencekam kasus pencurian dan pembunuhan pensiunan ASN Khoiron Lubis (65) di Koto Balingka. Tersangka utama NJ alias Ucok (39) rela peragakan 36 adegan sadis di halaman Mapolres, Senin (13/4/2026).
Rekonstruksi super ketat ini hadirkan tersangka dan saksi asli, korban diganti aktor pengganti. Diawasi Tim Inafis, Kejaksaan Negeri Pasaman Barat, plus pengacara pelaku—transparan total.
Barang bukti diamankan: motor Vario BK 3791 ALR (sudah dioplos warna), HP Samsung A05, powerbank Lentifen hitam, pisau korban, hingga baju berdarah pelaku.Kapolres AKBP Agung Tribawanto via Kaur Bin Ops Iptu Suardi ungkap, awalnya 28 adegan, tapi meledak jadi 36 demi cocok fakta TKP.
“Dilakukan di Mapolres buat aman, hindari chaos!” tegasnya.Rangkaian Horor Dimulai… Ucok datangi pondok kebun korban di Jorong Aek Geringging, Nagari Pematang Panjang, Jumat (6/2/2026) pukul 01.00 WIB.
Congkel pintu, ayunkan balok kayu ke kepala Khoiron—korban tersungkur!
Ucok cekik lehernya mati-matian, rampas Rp60 ribu dari celana tergantung, kunci motor, HP, powerbank. Lalu kabur ke Payabungan, Mandailing Natal.
Motif Ngeri: Sakit hati upah pruning sawit 2022-2024 tak lunas. “Tanggal 2/2/2026, Ucok mikir uang sekolah anak. Tiba-tiba ingat Rp8 juta di tangan korban—langsung niat bunuh!” aku pelaku di depan jaksa.Polisi buru cepat. Ipda Algino Ganaro pimpin tim ringkus Ucok di warung kopi Batahan, Senin (9/2/2026) pukul 14.30 WIB.
Dijerat Pasal 459 jo 458 ayat (3) UU KUHP 2023—ancam hukuman mati, seumur hidup, atau 20 tahun penjara.
Kapolres Agung jamin proses profesional: “Kami percepat berkas, beri kepastian hukum!” Kasus ini jadi pengingat: dendam kecil bisa jadi tragedi besar.














