PALEMBANG, Figurnews,– Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Edward Candra, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (UPMD) Tahun 2026 yang digelar di Hotel Beston Palembang, Senin (27/04/2026).
Dalam arahannya, Edward mengungkapkan bahwa Sumatera Selatan saat ini memiliki 2.853 desa, dengan sekitar 18,9 persen di antaranya telah berstatus desa mandiri. Meski menunjukkan progres, ia menilai capaian tersebut masih perlu ditingkatkan agar lebih banyak desa mampu berdikari.
“Banyak tantangan yang harus dihadapi. Desa saat ini menjadi ujung tombak program gubernur dalam membangun daerah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa desa tidak lagi diposisikan sebagai objek pembangunan semata, melainkan harus menjadi pusat pelaksanaan program sekaligus ruang bagi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Pembahasan teknis terkait hal ini, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam Rakortekrenbang sebagai dasar penyusunan dokumen perencanaan daerah.
Edward juga menyoroti pentingnya koordinasi berkelanjutan dalam urusan pemerintahan desa. Hal tersebut sejalan dengan arahan pemerintah pusat, termasuk hasil pertemuan Menteri Dalam Negeri dengan kepala daerah se-Sumatera yang menekankan penciptaan lapangan kerja di wilayah desa.
“Desa harus mampu membuka lapangan pekerjaan, bukan justru menjadi tempat yang ditinggalkan. Diperlukan inovasi agar program yang dijalankan mampu menyerap sumber daya manusia di desa,” katanya.
Upaya pemerintah daerah dalam menciptakan lapangan kerja melalui program padat karya dan kegiatan produktif di desa turut mendapat apresiasi. Menurutnya, langkah tersebut telah membantu memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Selain itu, ia mengaitkan peran desa dengan upaya peningkatan ekonomi sekaligus penurunan angka stunting. Saat ini, angka stunting di Sumsel berada di angka 12,9 persen dan terus ditekan melalui berbagai program, seperti layanan posyandu serta Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Program-program ini sangat bermanfaat dan berdampak pada penurunan stunting,” ungkapnya.
Dalam konteks pengendalian inflasi, Edward menekankan pentingnya Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang terus didorong oleh gubernur. Program ini dinilai strategis dalam memperkuat ketahanan pangan desa, termasuk pengelolaan komoditas seperti cabai yang kerap memicu inflasi.
“GSMP berkaitan erat dengan pengendalian inflasi dan tidak lepas dari dukungan masyarakat,” katanya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya inovasi desa dalam mengoptimalkan potensi yang ada, terutama di tengah keterbatasan dana transfer. Peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) serta pemanfaatan aset desa dinilai krusial dalam mendorong kemandirian ekonomi.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk berpikir inovatif, mengoptimalkan potensi desa, serta menyiasati keterbatasan dana transfer,” tegasnya.
Lebih lanjut, Edward mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan desa, mulai dari tingkat desa hingga pemerintah pusat. Ia menilai sinergi menjadi faktor penting dalam mengatasi berbagai persoalan, termasuk infrastruktur jalan di kawasan eks transmigrasi.
Ia pun mengapresiasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Bappeda atas terselenggaranya Rakortekrenbang sebagai wadah strategis untuk menyelaraskan perencanaan pembangunan.
Menurutnya, forum ini memiliki peran penting dalam memastikan sinkronisasi program antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus menjadi dasar penyusunan RKPD dan RKP ke depan.
“Tujuan utama kita adalah memastikan target pembangunan terakomodasi dalam dokumen perencanaan serta didukung penganggaran yang tepat,” ujarnya.
Ia meminta seluruh peserta untuk aktif dalam pembahasan teknis guna menghasilkan kesepakatan program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
“Saya meminta seluruh peserta proaktif dalam pembahasan teknis, menyatukan pandangan, serta menyepakati program strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat di Sumatera Selatan,” katanya.
Edward berharap kegiatan ini berjalan produktif dan menghasilkan perencanaan yang lebih terukur serta akuntabel.
“Perencanaan yang baik tidak lahir dari satu pemikiran, melainkan dari kolaborasi berbagai pihak dengan tujuan yang sama. Sinergi adalah kunci. Rakortekrenbang hari ini menjadi langkah awal merajut ide menjadi rencana pembangunan yang kokoh dan berdampak,” pungkasnya.
Mengakhiri sambutannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutupnya.








