WAINGAPU, FigurNews.com — Senyum Hendristo Langgi Jua terlihat lebih cerah dari biasanya di rumahnya yang berada di Kelurahan Lambanapu, Kabupaten Sumba Timur. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai satuan pengaman (satpam) di salah satu perusahaan di wilayah tersebut tak menyangka Ramadhan 1447 Hijriah kali ini membawa berkah istimewa bagi keluarganya
Selama lima tahun menempati rumahnya sendiri, Hendristo terpaksa menyambung aliran listrik dari rumah orang tuanya. Keterbatasan biaya membuat keluarganya hanya menikmati penerangan sederhana.
Harapan itu akhirnya terwujud melalui program Light Up The Dream (LUTD), sebuah inisiatif sosial pegawai PLN yang menyisihkan sebagian penghasilannya untuk membantu masyarakat mendapatkan sambungan listrik gratis.
Pada Selasa (4/3/2026), Hendristo akhirnya memiliki meteran listrik sendiri di rumahnya.
“Lima tahun saya menumpang listrik dari orang tua. Setiap bulan saya bagi biaya Rp50 ribu, itu pun hanya cukup untuk lampu saja. Sekarang rasanya luar biasa bahagia, apalagi di bulan puasa ini kami sudah punya listrik sendiri. Ini bantuan yang sangat berarti bagi keluarga kami,” ungkap Hendristo dengan haru.
Manager PLN ULP Sumba Timur, Oscarlian Ratu, mengatakan pemilihan waktu menjelang Ramadhan bertujuan agar manfaat listrik dapat langsung dirasakan masyarakat dalam menjalankan ibadah.
“Momentum menjelang Ramadhan dipilih agar warga dapat merasakan langsung manfaat listrik untuk mendukung aktivitas ibadah,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Lurah Lambanapu, Naomi Takandunu, yang menilai langkah PLN tersebut menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami berterima kasih atas kepekaan PLN. Listrik bukan sekadar kabel dan lampu, tetapi juga menyangkut kualitas hidup warga kami yang kini menjadi lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur, F. Eko Sulistyono, menegaskan bahwa Ramadhan merupakan momentum yang tepat untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan.
Menurutnya, program Light Up The Dream menjadi bukti bahwa insan PLN tidak hanya bekerja secara profesional, tetapi juga dengan hati.
“Bulan Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan dan cahaya. Kami ingin memastikan cahaya itu tidak hanya hadir di masjid atau jalanan kota, tetapi juga masuk ke rumah-rumah warga yang selama ini merindukan kemandirian energi,” ujarnya.
Ia menambahkan, program LUTD merupakan persembahan tulus dari karyawan PLN kepada masyarakat agar aktivitas ibadah malam hari maupun kegiatan sahur keluarga dapat berlangsung lebih nyaman.
Melalui kemandirian listrik ini, PLN berharap kebahagiaan menyambut bulan suci Ramadhan dapat dirasakan di setiap rumah, sekaligus membuka harapan baru bagi peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di pelosok Pulau Sumba.(*DM)








