Tarakan ( Kaltara),FigurNews. com – Pembukaan Training of Trainers ( TOT) Wasit Pertama Federasi olah raga Domino Nasional ( ORADO) Se-Kalimantan Utara dilaksanakan pada Jumat ( 16/1/26 ).
kegiatan pelatihan bagi para wasit olah raga dalam Training Of Trainer (TOT) Tahun 2026 ini diadakan di Sri Tower Kota Tarakan.
Turut hadir dalam acara pembukaan Training of Trainers Referee Pengprov Orado SeKaltara Ketua Koni Kaltara serta Ketua Provinsi Federasi Olah raga Nasional beserta Sekjen dan seluruh para peserta training of trainers wasit pengurus Provinsi Orado Kaltara.
”Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan bekal kepada wasit, dengan tujuan agar prestasi olah raga Domino bisa meningkat,” ungkap Saiful Bachri, SE kepala Dispora Provinsi Kaltara saat membuka acara mewakili Gubernur Dr. H. Zainal A. Paliwang, SH, M.Hum.
Dalam membacakan Sambutan Gubernur, atas nama Pribadi dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Gubernur menyambut baik dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada pengurus provinsi Orado Kalimantan Utara atas terselenggaranya kegiatan ini, meski baru beberapa hari dilantik sebagai pengurus Pengprov Kalimamtan Utara yang Langsung “Tancap Gas” untuk memberikan pelatihan bagi para wasit di Kalimantan Utara.
Kegiatan Ini lanjut Saiful merupakan kegiatan pembinaan dan pengembangan olahraga Domino.
Training of trainers wasit pertama kali, tentunya merupakan langkah strategis dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia olah raga, khususnya dalam mencetak wasit Domino yang Profesional, Berintegritas dan berstandar Nasional.
Juga bagian dari koordinasi, sinkronisasi, dan pelaksanaan pembentukan dan pengembangan pembinaan dan pelatihan olahraga Domino yang diselenggarakan federasi olah raga Pengprov Dimino Kaltara, jelasnya.
Lebih luas Saiful juga mengatakan Olah raga domino, bukan sekedar permainan, tetapi telah berkembang menjadi cabang olah raga yang menjunjung tinggi nilai sportivitas, kejujuran, kecermatan serta kebersamaan. Oleh karena itu, peran wasit menjadi sangat penting sebagai penjaga marwah pertanding dan penegakan aturan permainan.
Melalui kegiatan ini, saya berharap para peserta tidak hanya memahami aturan dan pedoman pertandingan secara teknis, tetapi juga mampu menanamkan nilai etika, disiplin, dan tanggung jawab dalam setiap pelaksanaan tugas sebagai wasit, tutup Saiful mengakhiri.( wan)








