oleh

Dugaan Kejanggalan Rekrutmen Security di Pertamina RU III Palembang Mencuat, Usai Emak-emak Curhat di Medsos

Palembang,Figurnews.com,— Dugaan kejanggalan dalam proses perekrutan tenaga pengamanan (security) di lingkungan Pertamina RU III Plaju mencuat ke publik setelah seorang ibu rumah tangga bernama Yuliana meluapkan kekecewaannya melalui media sosial.

Curhatan tersebut viral dan ditonton ratusan ribu kali, hingga menarik perhatian masyarakat luas dan disampaikan langsung dengan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto agar keluhannya ditindaklanjuti.

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Yuliana menyampaikan permohonan kebijaksanaan kepada Presiden Prabowo serta manajemen Perusahaan BUMN tersebut terkait atas persoalan yang menimpa anaknya dalam proses seleksi security di lingkungan Pertamina RU III Plaju.

“Saya minta tolong kebijaksanaan dari Bapak dan juga kepada Bapak General Manager UP III dan jajaran security serta Ibu Ara yang mewakili PT PTC,” katanya.

Saat ditemui wartawan Figurnews.com di kediamannya, Yuliana mengungkapkan kronologi kejadian yang dialaminya sejak awal proses seleksi. Ia menjelaskan bahwa sekitar enam bulan lalu, anaknya yang bernama Bastari Saputra mengikuti tes calon security di Pertamina RU III Palembang.

“Sekitar enam bulan lalu anak saya yang bernama Bastari Saputra mengikuti tes calon security Pertamina RU III di Palembang,” ungkapnya dengan suara tersedu.

Menurut Yuliana, berdasarkan hasil seleksi yang diterima keluarga, Bastari dinyatakan lulus dan berada di peringkat tujuh. Ia juga menyebutkan bahwa anaknya selalu menunjukkan hasil yang unggul dalam beberapa tahapan tes.

Namun, kejanggalan mulai dirasakan pada Desember lalu, ketika sebuah nomor telepon asing atas nama Ara—yang mengaku sebagai perwakilan dari Pertamina Training & Consulting—menghubungi dan menyatakan bahwa Bastari telah lulus serta diminta hadir pada waktu yang telah ditentukan.

“Saat itu saya dan anak saya senang karena lulus murni, tapi selang beberapa menit kemudian WA langsung dihapus dengan keterangan salah kirim, dan dibilang agar menunggu panggilan selanjutnya,” ujarnya.

Alasan “salah kirim” tersebut justru menimbulkan kecurigaan bagi Yuliana. Pasalnya, pesan yang diterima mencantumkan nama lengkap anaknya, jadwal pemanggilan, hingga informasi penandatanganan dokumen dan penentuan seragam.

“Saya mencurigai bahwa ada kejanggalan jelas ada permainan di balik perekrutan security Pertamina RU III yang dinaungi oleh PT PTC dari Jakarta tersebut, bagaimana tidak, dalam panggilan itu nama anak saya ditulis dengan jelas, waktu untuk memenuhi panggilan untuk penandatanganan dokumen, seragam juga langsung ditentukan tapi kenapa dibilang salah kirim, ini benar-benar zholim,” tegasnya.

Iya juga meyakini dalam perekrutan scurity Pertamina RU lll ini ada permainan pihak PT PTC dengan membayar sejumlah uang maka akan langsung lulus.

“Saya juga mendengar informasi kalau mau lulus bayar Rp.40 juta rupiah agar lulus, tapi saya tidak punya uang sebanyak itu,”ungkapnya

Hal yang mencurigakan, Yuliana mempertanyakan alasan tersebut karena sebelumnya tidak pernah menjalin komunikasi dengan nomor yang menghubungi.

“Setahu saya salah kirim itu misalnya kita ini berteman sering komunikasi tapi ini tidak, baru pertama menghubungi dan nama yang disebutkan juga jelas,” paparnya.

Upaya Yuliana untuk mencari kejelasan secara langsung juga tidak membuahkan hasil. Ia mengaku sempat mendatangi kantor Pertamina RU III Plaju, namun justru tidak diperbolehkan masuk.

“Nama saya diblokir tidak diperbolehkan masuk padahal saya hanya ingin bertanya, kalau memang saya salah mengapa mereka harus takut untuk menjelaskan langsung sama saya,” ulasnya.

Atas kejadian tersebut, Yuliana meminta agar pimpinan Pertamina segera menindaklanjuti persoalan ini dan mengevaluasi pihak rekanan, agar ke depan proses perekrutan security di RU III Plaju dapat berjalan lebih transparan dan adil.

Sementara itu, saat dikonfirmasi wartawan Figurnews.com, Kepala Security Pertamina RU III Plaju Palembang Suhariyanto menyatakan pihaknya tidak terlibat dalam proses perekrutan tenaga pengamanan.

“Maaf terkait rekruitment TAD security saya kurang tahu ya, karena ranah internal dari PT PTC kantor pusat Jkt. Kita (Pertamina RU III) hanya sebagai user/pengguna, menerima dan menggunakan manpower untuk pengelolaan pengamanan di wilayah kerja RU III, demikian, terima kasih,” ujarnya singkat.

Di sisi lain, pihak PT PTC melalui Adm Palembang Tiara membantah adanya manipulasi data dalam proses rekrutmen tersebut.

“Untuk berita yang viral tersebut saya nyatakan itu tidak benar. Saya tidak pernah memanipulasi data sedikitpun untuk data yang saya bagikan itu langsung dari pusat tidak ada yang dimanipulasi,” pungkasnya.

Meski klarifikasi telah disampaikan, rangkaian peristiwa mulai dari pesan kelulusan yang dihapus, alasan “salah kirim”, hingga pemblokiran akses keluarga peserta seleksi masih menyisakan tanda tanya di tengah publik. Hingga kini, belum ada penjelasan terbuka yang secara rinci mengurai kejanggalan tersebut, sementara masyarakat menanti transparansi dan evaluasi dari pihak-pihak terkait.