Palembang, Figurnews,— Bank Indonesia (BI) terus memperkuat fondasi transformasi digital keuangan daerah di Provinsi Sumatera Selatan melalui kegiatan Capacity Building dan Rapat Koordinasi Pengisian Survei Indeks Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (IETPD) Semester II Tahun 2025, yang digelar bersama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Sumatera Selatan di The Alts Hotel Palembang, Selasa (20/01/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pemerintah daerah serta memperkuat koordinasi lintas instansi dalam penyusunan Survei IETPD, sekaligus mendorong percepatan dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) secara berkelanjutan di Sumatera Selatan.
IETPD menjadi indikator utama dalam mengukur kesiapan pemerintah daerah dalam mengakselerasi digitalisasi transaksi melalui tiga aspek, yaitu implementasi, realisasi, dan lingkungan strategis. Setiap pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, diwajibkan melakukan pengisian survei secara berkala setiap semester.
Berdasarkan hasil IETPD Semester I Tahun 2025, Provinsi Sumatera Selatan bersama 17 kabupaten/kota telah mencapai level digital, yang merupakan level tertinggi dalam pengukuran indeks tersebut.
Dalam sambutannya, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, M. Aries Permadi, mengapresiasi kinerja TP2DD Provinsi Sumatera Selatan yang berhasil meraih predikat TP2DD Terbaik I Provinsi di Wilayah Sumatera pada Championship TP2DD Tahun 2025.
“Capaian ini mencerminkan komitmen kuat Pemerintah Daerah dalam mendorong percepatan dan perluasan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah secara berkelanjutan,” ujar M. Aries Permadi.
Ia menegaskan bahwa Bank Indonesia akan terus memperkuat peran pembinaan dan pendampingan kepada pemerintah daerah agar transformasi digital keuangan dapat berjalan lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Ke depan, penguatan tidak hanya pada aspek hasil, tetapi juga pada proses dan output. TP2DD di setiap daerah diharapkan semakin proaktif dalam memperkuat koordinasi lintas instansi, meningkatkan kualitas capacity building, serta memastikan penatausahaan dan dokumentasi kegiatan dilakukan secara tertib dan konsisten,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga menekankan pentingnya penguatan program unggulan TP2DD yang terstruktur, terukur, dan memiliki identitas yang jelas untuk mendukung keberlanjutan transformasi digital daerah serta meningkatkan daya saing dalam Championship TP2DD.
Pada sesi capacity building, para narasumber memberikan penguatan teknis terkait pemanfaatan diagnostic tools untuk mengidentifikasi capaian dan area perbaikan implementasi ETPD.
Selain itu, dilakukan pendalaman pemanfaatan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI) guna meningkatkan kualitas pelaporan dan konsistensi data keuangan daerah.
Salah satu fokus utama kegiatan adalah optimalisasi pengisian Survei IETPD Semester II Tahun 2025, yang diharapkan dilakukan secara akurat, tepat waktu, dan sesuai dengan kondisi riil di daerah guna menjaga kualitas dan kredibilitas hasil penilaian nasional.
Bank Indonesia juga mendorong percepatan implementasi Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) sebagai instrumen strategis untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Melalui kegiatan ini, peserta turut diarahkan untuk mulai mempersiapkan dokumen Championship TP2DD Tahun 2026 serta melakukan finalisasi penyusunan Roadmap TP2DD Tahun 2026–2030 sebagai panduan arah kebijakan dan implementasi ETPD ke depan.
Acara dibuka oleh Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan M. Aries Permadi dan menghadirkan narasumber dari Kementerian Keuangan serta Kementerian Dalam Negeri, yakni Radityo Putumayor dan Ochtavian R. Pelealu. Turut hadir Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Dr. H. Achmad Rizwan, S.STP, MM, perwakilan Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Sumatera Selatan, TP2DD kabupaten/kota se-Sumatera Selatan, serta Bank Sumsel Babel.








