Palembang,Figurnews, – Pemerintah Kota Palembang mulai mengarahkan pembangunan kota pada tiga fokus utama, yakni penguatan infrastruktur, penataan estetika perkotaan, serta pengembangan ekonomi kerakyatan. Arah kebijakan tersebut mengemuka dalam audiensi antara Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa di Taman Kenten, kediaman resmi Gubernur, Jumat (23/1/2026) malam.
Pertemuan yang berlangsung hangat dan dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Pemerintah Kota Palembang dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan itu menjadi ruang sinkronisasi program strategis demi mendorong percepatan pembangunan kota.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Palembang Ratu Dewa memaparkan sejumlah agenda prioritas yang dinilai penting untuk menjawab tantangan perkotaan, mulai dari sektor pendidikan, ekonomi, hingga tata kelola ruang. Program yang disampaikan antara lain pembangunan Sekolah Rakyat, penguatan Program Koperasi Merah Putih, perluasan wilayah administrasi kota, serta pengelolaan pasar retail Jakabaring agar lebih modern dan tertata.
Di sektor infrastruktur dan mobilitas, Pemkot Palembang juga merencanakan pembangunan gedung parkir bertingkat untuk mengatasi kepadatan di pusat kota, pelebaran Jalan Parameswara guna mengurangi kemacetan, perencanaan pedestrian Jalan Kolonel Atmo agar lebih ramah bagi pejalan kaki, serta perluasan kolam retensi simpang Polda sebagai solusi pengendalian banjir.
Sementara dari sisi penataan wajah kota, Ratu Dewa menyoroti rencana penataan Taman Wisata Punti Kayu sebagai destinasi unggulan, pembenahan Taman Nusa Indah, serta penataan pagar di sekitar Masjid Agung Palembang sebagai bagian dari peningkatan estetika ruang publik.
Menurut Ratu Dewa, keberhasilan seluruh program tersebut sangat bergantung pada dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
“Dukungan Pemerintah Provinsi sangat kita butuhkan untuk mendorong kemajuan Kota Palembang,” ujarnya.
Ia juga menegaskan pentingnya modernisasi visual kota, termasuk penataan ulang trotoar dan transformasi baliho konvensional menjadi videotron.
“Kita mengajak Pemerintah Provinsi untuk bersama menata jalan, terkhusus tiang baliho yang berada di pinggir trotoar nantinya direncanakan agar beralih fungsi menjadi videotron,” jelasnya.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyatakan kesiapan Pemprov untuk mengkaji dan mendukung program-program strategis yang diajukan Pemkot Palembang.
“Dari koperasi merah putih, pelebaran Jalan Parameswara dan lainnya tentu Pemprov akan mengkaji dan siap bekerja sama dengan Pemkot Palembang untuk menyelesaikannya,” terang Deru.
Ia juga menegaskan komitmen dalam mendukung perbaikan ruas jalan serta penataan baliho menjadi videotron, khususnya di kawasan strategis seperti simpang empat Charitas. Selain itu, penataan pagar di sekitar Masjid Agung Palembang dinilai perlu segera dilakukan demi meningkatkan kenyamanan dan kualitas fasilitas umum.
“Saya sangat menyambut baik rencana dari Wali Kota. Kita juga segera akan melakukan peresmian tugu air mancur yang telah terselesaikan,” pungkasnya.(*)














